Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Swiss Sederhanakan UU Kewarganegaraan

Swiss Sederhanakan UU Kewarganegaraan

Sketsanews.com, Bern – Swiss memutuskan untuk menyederhanakan undang-undang (UU) kewarganegaraan dalam referendum, Ahad (12/2). UU tersebut memudahkan imigran generasi ketiga untuk mendapatkan kewarganegaraan Swiss.

Selama ini, anak imigran yang dilahirkan di Swiss tidak bisa langsung mendapatkan kewarganegaraan Swiss. Warga non-Swiss biasanya harus menunggu selama 12 tahun sebelum mendaftar. Tes dan wawancara pemerintah juga diharuskan, yang biasanya memerlukan biaya yang cukup mahal.

Proyeksi awal menunjukkan, 59 persen dari pemilih Swiss mengatakan ‘ya’ untuk menyederhanakan UU tersebut. Imigran generasi ketiga, yang lahir di Swiss dan memiliki orang tua dan kakek-nenek yang tinggal secara permanen di Swiss, terbebas dari wawancara dan tes dalam proses naturalisasi.

Warga yang mendukung penyederhanaan UU ini berpendapat, akan terlihat konyol jika pemerintah Swiss mewawancara warga yang lahir di Swiss untuk membuktikan bahwa mereka terintegrasi dengan negara.

Reporter BBC, Imogen Foulkes, mengatakan keputusan ini menjadi kekalahan besar bagi Partai Rakyat. Partai sayap kanan Swiss itu sebelumnya telah memperingatkan bahwa UU itu adalah langkah pertama untuk memungkinkan semua imigran mendapatkan kewarganegaraan Swiss. Saat ini imigran berjumlah 25 persen dari populasi Swiss.

Pemungutan suara ditutup pada tengah hari dan sejumlah warga Alpine telah memberikan suaranya melalui surat. Delapan kanton termasuk pusat-pusat populasi besar seperti Jenewa, Zurich, dan Basel memutuskan untuk menyetujui langkah tersebut.

Perubahan UU kewarganegaraan memerlukan amandemen konstitusi. Pilihan “ya” perlu mendominasi suara mayoritas dan suara dari 26 kanton Swiss.

Referendum ini adalah salah satu dari empat referendum yang dilakukan setiap tahun di Swiss untuk memberikan suara untuk perubahan aturan hukum dan lembaga-lembaga federal.

UU itu baru hanya akan mempengaruhi sekitar 25 ribu orang imigran dari delapan juta penduduk, yang sebagian besar berasal dari Italia. Sebanyak 60 persen dari penduduk generasi ketiga di Swiss adalah keturunan imigran Italia. Sementara kelompok besar lainnya merupakan keturunan Balkan dan Turki.

Prosedur penerimaan kewarganegaraan yang dilakukan sebelumnya bertujuan untuk memastikan warga baru telah terintegrasi dengan baik. Wawancara yang dilakukan oleh dewan kota kepada responden bahkan juga dapat pertanyaan terkait nama keju atau pegunungan lokal.

Sejumlah warga juga menentang penyederhanaan UU ini. Mereka berpendapat, sistem lama lebih unggul dari sistem yang diberlakukan negara tetangga, seperti Prancis dan Jerman. Sebab sistem pemeriksaan dilakukan secara ketat. Selama 30 tahun terakhir, usaha menyederhanakan UU kewarganegaraan selalu gagal diputuskan. Dikutip dari Republika.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: