Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Politik Tak Banyak yang Tahu Mega Punya 3 Suami, No 1 Bernasib Tragis, No 2 Disorot, No 3 Wafat Karena Sakit

Tak Banyak yang Tahu Mega Punya 3 Suami, No 1 Bernasib Tragis, No 2 Disorot, No 3 Wafat Karena Sakit

Megawati Soekarnoputri (doc Jawa Pos.com)

Sketsanews.com, Jakarta – Tak banyak yang tahu jika Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri atau umumnya lebih populer dikenal sebagai Megawati Soekarnoputri (70), Presiden RI ke-5 ternyata punya 3 suami.

Megawati lahir dari ayah, Presiden RI pertama, Soekarno dan ibunya bernama Fatmawati.

Almarhumah Fatwamawati dikenal Ibu Negara Indonesia pertama dari tahun 1945 hingga tahun 1967 dan merupakan istri ke-3 dari almarhum Soekarno.

Jasanya paling dikenang adalah menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.

Megawati punya 8 ibu tiri, yakni Oetari, Inggit Garnasih, Hartini, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, dan Heldy Djafar.

Sama seperti ayahnya, perjalanan Megawati dalam membangun rumah tangga tidaklah begitu mulus.

Dia harus cerai mati dan cerai hidup sejak tahun 1968.

Dikutip dari Wikipedia.org, suami pertamanya adalah Letnan Satu (Penerbang) Surindro Supjarso, seorang pilot pesawat AURI dan perwira pertama di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) Republik Indonesia.

Surindro sosoknya tinggi jangkung, berwajah ganteng dengan model rambutnya berjambul, di kalangan rekan-rekannya ia kerap dipanggil dengan “Pacul”. Surindro adalah sahabat karib Guntur Soekarnoputra, kakak Megawati.

Konon kabarnya, Gunturlah yang menjodohkan Mega dengan Surindro.

Mereka melangsungkan akad nikah pada hari Sabtu, tanggal 1 Juni 1968 bertempat di Jalan Sriwijaya nomor 7, Kebayoran Baru, Jakarta, seperti dilansir dari Tribuntimur

Setelah itu, Megawati lalu mengikuti suaminya, Surindro, tinggal di Madiun, Jawa Timur. Di sana ia menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak pertamanya, Mohammad Rizki Pratama.

Ketika Mega sedang mengandung anak keduanya, Mohammad Prananda Prabowo, Surindro mengalami kecelakaan pesawat yang merenggut nyawanya.

Pesawat Skyvan T-701 yang dikendalikannya terempas di laut sekitar perairan pulau Biak, Irian Jaya, pada tanggal 22 Januari1970.

Surindro dan tujuh orang awak pesawatnya hilang tak diketahui rimbanya dan hanya tersisa serpihan puing-puing tubuh pesawat yang ditemukan tersebar berserakan di laut sekitar perairan tersebut.

Mega dirundung duka yang mendalam, ia pun berkabung cukup lama.

Selang beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1972, waktu itu usia Megawati masih baru menginjak awal 20-an dengan mempunyai dua orang anak yang masih balita, ia lalu kembali merajut kasih asmara dengan seorang pria yang konon adalah pengusaha asal Mesir, yang juga seorang diplomat Mesir yang kala itu sedang bertugas di Jakarta, yang bernama Hassan Gamal Ahmad Hasan.

Namun, pernikahan Mega yang kedua kali ini tak berlangsung lama, hanya bertahan 3 bulan, sebab pernikahan Megawati dengan Hassan menjadi sorotan media massa.

Alasannya bahwa waktu itu Megawati masih terikat pernikahan yang sah dengan Surindro, suami pertamanya dan pada saat itu belum ada keputusan yang pasti dari pemerintah, dalam hal ini adalah Markas Besar) TNI-AU, mengenai nasib suami pertamanya itu yang jenazahnya sampai sekarang tak berhasil ditemukan.

Keluarga Bung Karno pun tak tinggal diam, mereka kemudian menyewa seorang pengacara, Sumadji namanya, guna membatalkan pernikahan Mega yang kedua yang kontroversial itu melalui penetapan keputusan oleh Pengadilan Tinggi Agama – Jakarta, akhirnya Hassan pun mengalah dan menyerah.

Faoto Puan Maharani

Dari pernikahan dengan suami keduanya yang kandas ini, Megawati tidak dikaruniai anak.

Kebahagiaan dan kedamaian hidup rumah tangga Megawati baru benar-benar terjalin dan dirasakan setelah ia menikah dengan Mohammad Taufiq Kiemas, rekannya sesama aktivis di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dulu, yang juga menjadi salah seorang penggerak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Taufiq, selain aktif di GMNI, ia juga bergabung dengan “Inti Pembina Jiwa Revolusi”, yaitu suatu organisasi yang menegakkan ajaran “Soekarno”.

Taufiq, yang oleh Guntur diberi julukan “si Bule”, menikahi Mega sejak akhir Maret 1973.

Pesta pernikahan mereka ini berlangsung sederhana di “Panti Perwira”, Jakarta Pusat.

Dari pasangan ini, maka lahirlah Puan Maharani, yang merupakan anak ketiga dari Megawati dan adalah anak pertama Taufiq serta satu-satunya.

Taufiq semasa hiduonya menderita gangguan jantung dan ginjal.

Ia pernah menjalani operasi pemasangan alat pacu jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta pada Oktober 2005 dan dirawat selama dua minggu lebih.

Pada 17 Desember 2011, ia menjalani operasi pergantian baterai alat pemacu jantung di Rumah Sakit Harapan Kita.

Setelah menjalani perawatan di Singapore General Hospital, Singapura, pada hari Sabtu, 8 Juni 2013 pukul 19.05 waktu setempat, Taufiq menghembuskan nafas terakhir akibat gangguan ginjal.

Janazah dimakamkan secara militer pada 9 Juni 2013 di Blok M 114, Taman Makam Pahlawan Kalibata di samping makam kedua orangtuanya.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: