Sketsa News
Home Berita Terkini, Editorial, Headlines, News Tantangan Berat Gubernur DKI Anies Baswedan adalah Proyek Reklamasi, Mampukah Dia Bertahan

Tantangan Berat Gubernur DKI Anies Baswedan adalah Proyek Reklamasi, Mampukah Dia Bertahan

Anies Baswedan (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) saat Deklarasi Salam Bersama di era kampanye Pilkada DKI 2017. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Sketsanews.com, Jakarta – Pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, harus betul-betul mengerahkan tenaga dan pikiran dalam rangka menghadapi semua masalah. Pasalnya sebelum mereka terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur, gubernur sebelumnya Ahok dan Djarot mewarisi masalah besar yaitu kasus Reklamasi. Padahal itu telah menjadi program utama mereka ketika kampanye bahwa mereka hendak menghentikan kasus reklamasi tersebut.

Sandiaga Uno mengatakan bahwa sikapnya belum berubah terkait rencana reklamasi di Teluk Jakarta. Dia dan Anies Baswedan tetap berkomitmen menolak reklmasi. “Posisi kami tetap sama saat kampanye, kami menolak dan berencana menghentikan reklamasi,” kata Sandiaga saat menghadiri sebuah acara di Jakarta Pusat pada Sabtu, 13 Mei 2017.

Dan penegasan Sandiaga itu sebagai tanggapan atas pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang ingin proyek reklamasi dilanjutkan. Sandiaga mengatakan bahwa belum ada pembicaraan dengan Luhut namun dia sudah mendegar keinginan pemerintah pusat itu.

Namun pertanyaannya adalah mampukah mereka bertahan dengan pendiriannya untuk tetap bersikeras menghentikan proyek reklamasi? Maka sebagai jawabannya ada beberapa kemungkinan. Pertama, apabila mereka benar-benar membela masyarakat dan melepaskan diri dari belenggu partai yang mengusung mereka berdua maka mereka akan mampu menolak proyek reklamasi tersebut dengan dukungan masyarakat.

Kemungkinan kedua ini merupakan tantangan berat bagi mereka, kenapa demikian, pasalnya semua pihak yang terlibat dalam kasus tersebut akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan keinginannya yaitu proyek reklamasi terus berlanjut.

Buktinya, bahwa sebenarnya Anies Baswedan sudah bertemu dengan para pengembang proyek reklamasi di tempat kediaman ketua partai Gerindra Prabowo Subianto pada Agustus yang lalu, meskipun ini ada yang mengatakan tidak benar.

Anies datang ke Hambalang dalam rangka memenuhi undangan makan siang dari Prabowo. Dia sama sekali tidak tahu jika pada saat yang bersamaan tuan rumah juga mengundang bos Grup Artha Graha, Tomy Winata, dan pemilik Grup Agung Sedayu yang punya lima pulau reklamasi, Richard Halim Kusuma. Selain itu hadir juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta dari Gerindra, Muhammad Taufik.

Dan inti dari kedatangan mereka di tempat kediaman ketua partai Gerindra tersebut ingin menyampaikan bahwa proyek reklamasi telah berjalan maka mereka berusaha untuk melobi orang nomor satu di DKI tersebut.

Richard dan Tomy menyatakan siap membayar kontribusi tambahan sebesar 15 persen. Kontribusi ini dimasukkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, di luar kewajiban pengembang menyediakan 40 persen lahan untuk publik, plus 5 persen untuk fasilitas umum. Jika angka itu dikonversi ke dalam rupiah, pemerintah DKI Jakarta bakal mendapatkan Rp 77 triliun dari kontribusi tambahan tersebut. Anies tidak memberikan tanggapan apa pun atas penjelasan itu.

Bukti berikutnya adalah pernyataan Anies sendiri bahwa hasil dari proyek reklamasi tersebut harus dimanfaatkan untuk kepentingan publik seperti, lapangan olahraga.

Berdasarkan beberapa bukti tersebut maka kemungkinan yang terpahit bagi mereka adalah apabila para pengembang proyek reklamasi tersebut justru mengarah kepada partai pendukung mereka. Dengan demikian maka tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk merelakan proyek reklamasi tersebut terus berjalan.

Maka sebagai solusinya adalah mereka, Anies-Sandi harus tetap bertahan dengan pendirian sebab kalau tidak maka akan menambah daftar panjang para koruptor dalam kasus tersebut.

 

(Jp)

%d blogger menyukai ini: