Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, Headlines, News Target Pertumbuhan Ekonomi 2018 Dinilai Terlalu Ambisius

Target Pertumbuhan Ekonomi 2018 Dinilai Terlalu Ambisius

Pengendara motor melintas di proyek jalan tol Cinere – Jagorawi (Cijago) seksi II di Beji, Depok, 18 Januari 2017, Depok, Kamis (16/2). Pekerjaan konstruksi Tol Cijago Seksi II ditargetkan selesai pada pertengahan 2017.(Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sketsanews.com, Jakarta – Pemerintah dinilai berupaya keras memperbaiki kredibilitas anggaran dalam penyusunan RAPBN 2018. Hal itu tercermin dalam penentuan sejumlah asumsi makro, terutama defisit anggaran dan besaran utang pemerintah.

Defisit anggaran di RAPBN 2018 dipatok Rp 326 triliun atau 2,19 dari total produk domestik bruto (PDB). Defisit tersebut lebih kecil dibanding 2017 sebesar Rp 397 triliun. Sedangkan utang, jika dibandingkan dengan APBN Perubahan 2017, tercatat menurun Rp 62,1 triliun menjadi Rp 399 triliun.

“Kami lihat ada sedikit perbaikan di sini. Walaupun harus diberi lampu senter terhadap asumsi makro, khususnya target pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” jelas Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya.

Dosen FEB Universitas Indonesia itu menilai target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen terlalu tinggi. Dibutuhkan kerja yang sangat keras untuk mencapai target tersebut. Sebab, selama enam kuartal terakhir, pertumbuhan ekonomi hanya berkisar 5,01-5,2 persen. Bahkan, Berly menilai cukup sulit untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen pada akhir tahun ini.

“Supaya rata-rata 5,2 persen, pada semester kedua harus tumbuh 5,4 persen. Tantangannya cukup berat,” jelasnya, sebagaimana dikutip dari laman Jawapos.

Di tempat yang sama, Direktur Indef Enny Sri Hartati menilai, RAPBN 2018 menjadi pertaruhan Jokowi untuk melaju di Pemilu Presiden 2019. Alasannya, target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen merupakan asumsi paling ideal. “Ini pertaruhan. Kalau 2018 tidak terbukti, wassalam,” kata Enny dalam diskusi di kantor Indef kemarin (18/08).

(Fya)

%d blogger menyukai ini: