Sketsa News
Home Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, News Tarif Listrik Indonesia Adalah yang Termahal di Asia Tenggara

Tarif Listrik Indonesia Adalah yang Termahal di Asia Tenggara

Kementerian Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim Tarif Tenaga Listrik (TTL) di Indonesia bukan yang termahal di kawasan Asia Tenggara.

Sketsanews.com, Jakarta – Kementerian Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim Tarif Tenaga Listrik (TTL) di Indonesia termasuk kompetitif jika dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara.

“TTL di Indonesia bukanlah yang termahal, bahkan termasuk yang kompetitif untuk kawasan ASEAN,” demikian tertulis dalam laman resmi Kementerian ESDM, Senin (13/11).

Berdasarkan data bulan Agustus 2017, TTL untuk golongan rumah tangga di Indonesia tercatat sebesar US$0,11 per kWh. Nilai itu tercatat lebih murah dibandingkan negara tetangga seperti, Filipina sebesar US$0,153 per kWh, Singapura US$0,159 per kWh dan Thailand US$0,12 per kWh.

Pada periode yang sama, pelanggan bisnis menengah di Indonesia dikenakan tarif US$0,11 per kWh, sedangkan Malaysia dan Vietnam mencapai US$0,119 per kWh dan Singapura US$0,113 per kWh.

Demikian juga untuk pelanggan bisnis besar, tarif di Indonesia US$0,83 per kWh, sedangkan di beberapa negara lebih tinggi yaitu, Malaysia US$0,84 per kWh, dan Thailand US$0,88 per kWh.

Sementara itu, di Singapura US$0,11 per kWh, Filipina US$0,9 per kWh, dan Vietnam US$0,10 per kWh.

Kementerian menyampaikan, tanggung jawab pemerintah dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebagai penyedia listrik ialah menjaga agar Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik tidak mengalami perubahan. Hal tersebut dapat terwujud melalui efisiensi kinerja operasi.

Dalam hal ini, Pemerintah telah menetapkan untuk tak memberlakukan kenaikan TTL sejak 1 Juli 2017 lalu hingga akhir Desember tahun ini.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusiana menyampaikan kementerian tengah menggodok kebijakan penyederhanaan golongan tarif listrik.

Nantinya, golongan pelanggan listrik 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA yang disubsidi pemerintah tidak akan mengalami perubahan.

Sementara itu, pelanggan listrik golongan 900 VA tanpa subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA akan disederhanakan menjadi golongan 4.400 VA. Artinya, daya listrik mereka dinaikkan menjadi 4.400 VA.

Sedangkan, golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA ditambahkan dayanya menjadi golongan 13.000 VA. Kemudian, golongan 13.000 VA ke atas menjadi loss-stroom. Intinya, golongan pelanggan listrik rumah tangga hanya akan terbagi menjadi tiga jenis di masa mendatang. Dikutip dari CNNiNdonesia.

(Eni)

%d blogger menyukai ini: