Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Tegas! Rusia Sebut Gelombang Ancaman Bom sebagai Terorisme Telefon

Tegas! Rusia Sebut Gelombang Ancaman Bom sebagai Terorisme Telefon

Kepolisian Moskow berjaga-jaga di lokasi yang terancam serangan bom (Foto: Anton Vaganov/TASS)

Sketsanews.com, Maskow – Puluhan ribu warga Moskow, Rusia, tiba-tiba dievakuasi dari tempatnya berada pada Rabu 13 September 2017. Evakuasi mendadak tersebut dilakukan setelah munculnya gelombang ancaman serangan teror berupa bom lewat telefon ke beberapa tempat penting di Ibu Kota Rusia tersebut.

Istana Kepresidenan, Kremlin, mengutuk gelombang serangan tersebut dan menyebutnya sebagai terorisme telefon. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, Presiden Vladimir Putin sudah diberi tahu mengenai insiden tersebut.

“Tak perlu dikatakan bahwa ini adalah terorisme lewat telefon, hooliganisme lewat telefon. Presiden sudah diberi tahu informasi tersebut segera setelah gelombang telefon dimulai,” terang Dmitry Peskov, sebagaimana melansir dari Okezone, Jumat (15/9/2017).

“Badan-badan terkait sudah berupaya melacak mereka yang berada di balik telefon ancaman tersebut. Kami sekarang menunggu hasil kerja mereka,” sambung pria yang fasih berbicara beberapa bahasa itu.

Peskov berupaya untuk tidak mengomentari rumor terkait asal panggilan-panggilan hoaks tersebut. Ia mengklaim tidak ada gunanya untuk mengomentari spekulasi-spekulasi yang muncul. Ia menekankan sekali lagi bahwa gelombang ancaman tersebut adalah terorisme yang dilakukan lewat telefon.

Badan intelijen Rusia saat ini tengah menyelidiki asal panggilan hoaks tersebut tanpa adanya instruksi spesial dari pihak Kremlin. Peskov mengatakan, situasi saat ini tidak memungkinkan adanya instruksi tambahan. Ia membiarkan anggota badan intelijen untuk bertugas sebaik-baiknya.

Pihak Kremlin juga tidak akan mencampuri kerja media dalam meliput insiden tersebut. Peskov menambahkan, butuh kesabaran untuk mengetahui kasus dari akar-akarnya. Ia berjanji untuk segera membagikan informasi kepada publik jika semua hasilnya sudah berhasil diketahui.

Sebagaimana diberitakan, serangkaian telefon tersebut berisi ancaman bahwa bom sudah ditanam di sejumlah sarana transportasi, institusi pendidikan, pusat perdagangan, dan gedung administratif di seantero Rusia. Khusus di Moskow, 100 tempat diancam serangan bom hingga menyebabkan 50 ribu orang dievakuasi. Terungkap kemudian, semua ancaman itu palsu. (Wis)

%d blogger menyukai ini: