Sketsa News
Home Berita Terkini, News, Olahraga Tembok Pertahanan Siapakah yang Akan Runtuh Terlebih Dahulu?

Tembok Pertahanan Siapakah yang Akan Runtuh Terlebih Dahulu?

Sketsanews.com, Solo – Piala Presiden 2017 memasuki babak delapan besar. Partai-partai seru mulai tersaji pada babak ini, salah satunya mempertemukan dua tim yang musim depan akan berkompetisi di Liga 1, Arema FC dan Sriwijaya FC. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi pertandingan yang cukup seru dalam babak delapan besar ini.

Arema FC lolos ke babak delapan besar dengan status juara Grup 2. Sementara itu, Sriwijaya FC lolos ke babak delapan besar ini dengan status sebagai runner-up Grup 4 di bawah Pusamania Borneo FC. Walau lulus dengan beda status, bukan berarti Arema FC tidak harus mewaspadai skuat besutan Widodo Cahyono Putro ini.

Pertandingan antara Arema FC dan Sriwijaya FC itu dihelat di Stadion Manahan, Solo, Minggu (26/2/2017) pukul 18.00 WIB (live Indosiar).

Duel Dua Tim dengan Lini Pertahanan yang Cukup Riskan

Walau lini belakang kedua tim dihuni oleh pemain-pemain yang cukup mumpuni, hal itu tak menjadi jaminan dua tim tersebut memiliki pertahanan yang baik saat tampil pada gelaran fase grup Piala Presiden 2017.

Jika dilihat dari jumlah gol, boleh dibilang Arema FC memiliki pertahanan yang lebih baik. Arema FC hanya kebobolan satu gol selama fase grup, sedangkan Sriwijaya FC kebobolan empat gol dalam fase yang sama.

Namun, dari sisi pertahanan keduanya sama-sama cukup buruk. Defense mereka bisa dengan mudah ditembus lawan.

Duet Bagas Adi dan Artur Cunha di Arema dibandingkan Yanto Basna-Bio Paulin di kubu Sriwijaya memiliki kelemahan serupa. Mereka sama-sama belum kompak.

Dalam beberapa pertandingan di fase grup, terlihat pertahanan mereka bisa diterobos lewat umpan-umpan daerah maupun penetrasi individu lawan. Faktor baru bermain bersama dalam satu tim bisa menjadi salah satu sebab kenapa keduanya belum bisa tune-in..

Arema FC cuma kebobolan satu gol–oleh penyerang Persija, Jhonatan Mariano Bernardo–lebih kepada pertolongan Kurnia Meiga dan barisan pemain gelandang. Ya, Bagas Adi dan Artur Cunha pantas berterima kasih kepada penampilan gemilang Kurnia Meiga serta para gelandang macam Hanif Sjahbandi ataupun Ferry Aman Saragih yang kerap membantu melapis pertahanan.

Bagaimana dengan Yanto Basna dan Bio Paulin? Selain belum padu, duo Sriwijaya FC itu lemah dalam mengantisipasi umpan silang dan set-piece. Faktanya, tiga dari empat gol yang bersarang ke gawang Teja Paku Alam selama fase grup berasal dari umpan silang dan set-piece. Yu Hyun Koo maupun Ahmad Maulana juga kerap gagal memberikan perlindungan berlapis terhadap lini pertahanan lawan.

Dari statistik itu menunjukkan lini pertahanan Arema lebih baik, tapi secara permainan lini pertahanan kedua tim sama-sama buruk dan bakal menjadi kelemahan yang bisa dieksploitasi lawan.

Kunci Kemenangan: Eksploitasi Lini Pertahanan Lawan Terlebih Dahulu

Dengan lini pertahanan yang sama-sama lemah, peluang kemenangan akan muncul bagi tim yang dapat mengeksploitasi kelemahan lini pertahanan lawannya terlebih dahulu. Arema FC yang lemah akan bola daerah, serta Sriwijaya FC yang lemah akan umpan silang dan set-piece.

Dari sisi penyerangan, Sriwijaya FC bisa dikatakan lebih unggul. Gaya menyerang mereka, yang banyak mengandalkan kecepatan para winger dan bola-bola daerah, bisa menjadi cara untuk menjebol gawang Arema terlebih dahulu. Duet Beto Goncalves dan Hilton Moreira yang semakin padu dapat menjadi ancaman tersendiri bagi lini pertahanan Arema.

Hal ini belum ditambah dengan ancaman dari para winger macam M. Nur Iskandar maupun Talaohu Abdul Musafry yang kerap melakukan cut inside ke lini pertahanan dari sayap. Ditopang oleh Zalnando maupun Gilang Ginarsa yang juga acap kali maju menyerang, SFC dapat memanfaatkan kelemahan bola daerah lini pertahanan Arema untuk unggul terlebih dahulu.

Di sisi lain, Arema FC dapat dikatakan bisa memanfaatkan bola-bola set-piece dan umpan silang secara baik. Sosok Christian Gonzales masih menjadi andalan bagi Arema. Dari tiga gol yang ia cetak, dua di antaranya berasal dari situasi set-piece. Ia juga masih menjadi tujuan dari umpan silang dan set-piece yang kerap dilakukan oleh para winger Singo Edan, karena ia bisa menjadi pemantul bagi para pemain yang muncul dari second line.

Sosok Adam Alis yang dapat memberikan umpan lewat set-piece serta umpan-umpan silang juga akan menjadi sosok kunci di laga ini, selain kemampuannya untuk muncul dari second line seperti halnya Dendi Santoso maupun Esteban Vizcarra.

Kesimpulan

Dikutip dari DetikSport, dalam jumpa pers pra pertandingan melawan Sriwijaya FC, pelatih Arema FC Aji Santoso mengungkapkan bahwa pertandingan ini adalah pertandingan yang paling seru di antara laga babak delapan besar yang lain. Melihat susunan pemain dari kedua tim, apa yang dikatakan oleh pelatih yang juga pernah bermain untuk Arema FC ini cukup beralasan.

Tapi dalam format satu pertandingan gugur ini, apapun bisa terjadi. Tim yang lebih cerdas adalah tim yang dapat memanfaatkan momentum dan langsung menangkap momentum tersebut di dalam pertandingan untuk meraih kemenangan.

Khusus untuk laga Arema FC melawan SFC ini, momentum tersebut akan didapat oleh tim yang lebih dahulu meruntuhkan tembok pertahanan lawan.

Pertanyaannya, siapakah yang akan melakukan hal tersebut terlebih dahulu? Arema FC? atau Sriwijaya FC?
Berikut adalah prediksi line-up Arema FC vs Sriwijaya FC:

(Eni)

%d blogger menyukai ini: