Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, News Tepis RS Mitra Keluarga, Ibu Debora: Saya Sudah Kasih Uang

Tepis RS Mitra Keluarga, Ibu Debora: Saya Sudah Kasih Uang

Foto: dok. pribadi

Sketsanews.com, Jakarta – Ibu Tiara Debora Simanjorang (4 bulan), Henny Silalahi, membantah pernyataan RS Mitra Keluarga Kalideres yang menyebutnya keberatan soal biaya. Debora meninggal dunia karena terlambat ditangani lantaran kurangnya uang muka untuk masuk Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

Gimana ceritanya saya keberatan? Jelas-jelas saya kasih uang,” ujar Henny dalam perbincangan dengandetikcom, Sabtu (9/9/2017).

Cerita ini berawal saat Henny dan sang suami, Rudianto Simanjorang, membawa Debora ke RS Mitra Keluarga Kalideres pukul 03.00 WIB pada Minggu (3/9) lalu. Debora harus masuk ke PICU namun tidak bisa karena kurangnya uang muka.

Biaya uang muka untuk bisa masuk ke PICU di RS Mitra Keluarga Kalideres sebesar Rp 19,8 juta. Henny dan suami saat itu hanya memiliki dana sebesar Rp 5 juta. Namun mereka berjanji siang itu akan langsung melunasi kekurangannya. Pihak rumah sakit bergeming dan baru bisa menerima apabila DP yang diberikan sebesar Rp 11 juta.

Setelah kisah pilu yang dialami Henny ini mencuat, perwakilan dari RS Mitra Keluarga Kalideres datang ke rumah Henny. Kepada Henny, mereka mengatakan ingin menyampaikan belasungkawa.

“Kemarin orang RS Mitra ke rumah datang 3 orang. Saya tanya, keperluannya apa? Terus terang saya menerima mereka masih sakit. Ada yang orang Batak, dia ngomong ke saya pakai bahasa Batak. Saya berbaik hati dan izinkan masuk. Mereka bilang datang untuk belasungkawa,” jelas dia.

Pada kesempatan itu, Henny menyampaikan protes atas rilis yang dikeluarkan RS Mitra Keluarga. Dia menegaskan sudah memberikan uang muka kepada pihak rumah sakit tapi tidak diterima karena jumlahnya kurang.

“Saya bilang, ‘Anda mengeluarkan press release, saya keberatan. Jelas-jelas saya kasih uang 2 kali, tapi ditolak. Mereka diam aja’,” tutur Henny.

Kepada pihak rumah sakit, Henny sudah pasang badan dan memastikan akan membayar sisa kekurangan uang muka hari itu juga. Pasalnya, Henny dan suami kesulitan mencari uang karena saat itu masih pagi buta.

“Ambil uang adanya Rp 5 juta, diserahin ke administrasi, dihitung sudah dipegang petugasnya. Kita bilang nanti siang dilunasin. Kita nggak ada uang pagi buta ini. Tapi pasti kita lunasin,” kata dia.

“Saya sudah bilang, saya kerja, saya karyawan, saya mampu bayar. Saya bilang terima dulu yang Rp 5 juta, pagi buta saya cari uang di mana. Tapi siang kita bayar,” imbuh Henny.

Pihak rumah sakit bergeming. Saat Debora hendak dipindahkan ke RS Koja, nyawa bayi mungil itu melayang. Runtuh sudah pertahanan Henny dan sang suami.

“Saya bilang ke mereka, ‘Ada empati nggak sih kalian sama saya. Saya sudah janji lho, saya akan bayar, yang penting masukin dulu ke PICU’. Mereka nggak denger, sampai akhirnya anak saya pergi,” ungkap Henny sambil terisak.

“Mereka bilang, ‘Ini pelajaran berharga untuk kami’,” tambahnya.

Dalam keterangan tertulis, RS Mitra Keluarga Kalideres menepis kabar pihaknya tak mau merawat Debora karena kurangnya uang muka. Mereka menyebut Henny keberatan soal biaya yang diajukan rumah sakit.

“Ibu pasien mengurus di bagian administrasi, dijelaskan oleh petugas tentang biaya rawat inap ruang khusus ICU, tetapi ibu pasien menyatakan keberatan mengingat kondisi keuangan,” demikian penggalan rilis media RS Mitra Keluarga soal bayi Debora yang dikutip detikcom dari situs mitrakeluarga.com, Sabtu (9/9).

(Ro)

%d blogger menyukai ini: