Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News Terkait Buku Soal Komunis, 3 Mahasiswa Diskors Pihak Kampusnya

Terkait Buku Soal Komunis, 3 Mahasiswa Diskors Pihak Kampusnya

Aliansi Aktivis Literasi memberikan pernyataan sikap bersama Stop pemberangusan buku, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 13 Mei 2016. Kegiatan razia buku tersebut dilakukan pemerintah untuk mencegah kebangkitan komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI). TEMPO/Imam Sukamto

Sketsanews.com, Bandung – Telkom University, Bandung menghukum mahasiswanya terkait buku tentang komunis saat menggelar lapak buku di dalam kampus. “Skorsing itu tidak adil karena menghambat akademik,” kata Sinatrian Lintang Raharjo, salah seorang yang terkena sanksi.

Kasus bermula ketika kelompok Perpustakaan Apresiasi menggelar lapak baca buku gratis di selasar Gedung Dekanat Telkom University, Bandung, 9 November 2016.

Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiswaan M. Yahya Arwiyah, mempersoalkan izin kegiatan itu. Dia pun meminjam tiga buku di lapak untuk dipelajari, yaitu Manifesto Partai Komunis, serta dua judul Seri Buku Tempo tentang Nyoto dan Aidit.

Lintang kemudian dipanggil ke sidang komisi etik dan disiplin lalu diberi hukuman satu semester. Skorsing itu berlaku 16 Januari-18 Mei 2017. Begitu juga, kata Lintang, dua rekan lainnya yang kebagian hukuman tiga bulan.

Dalam surat skorsing dari universitas kepada Lintang, antara lain disebutkan, kegiatan lapak buku itu tidak berizin dan berpotensi menyebarkan faham komunisme di dalam kampus. “Buku di wilayah akademik kenapa dilarang? Skorsing itu berlebihan,” kata Lintang.

Dikutip dari Tempo, Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiswaan M. Yahya Arwiyah tidak menanggapi permintaan wawancara.

Adapun Kepala Hubungan Masyarakat Telkom University, Dedi Kurnia Syah, mengakui surat skorsing tersebut yang ditanda tangani Rektor Mochamad Ashari resmi dari universitas.

“Secara substansial kami tidak melarang membaca buku, konteks sanksi adalah adanya propaganda, helatan yang tidak mengindahkan regulasi universitas,” kata Dedi, Rabu, 8 Maret 2017. Telkom University, ujarnya, tidak melarang buku dengan judul apapun. (Ty)

%d blogger menyukai ini: