Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Politik Terpidana 1,5 Tahun Kasus Korupsi, Ketua PDIP Rembang Masih Bebas

Terpidana 1,5 Tahun Kasus Korupsi, Ketua PDIP Rembang Masih Bebas

Sumadi, Ketua DPC PDI Perjuangan Rembang. (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)

Sketsanews.com, Rembang – Direktur CV Sumber Alam yang juga merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rembang, Sumadi, telah menjadi terpidana kasus korupsi dengan vonis 1,5 tahun penjara. Namun Sumadi belum menjalani hukuman karena memberikan keterangan sedang sakit.

Sumadi dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi dana proyek pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang. Dia disebut melakukan korupsi dalam 5 proyek DPU, 3 proyek dikerjakan sendiri dan 2 proyek selaku penyedia material.

Pengadilan Tipikor Semarang telah menjatuhkan vonis kepadanya pada April 2017 lalu. Namun, hingga saat ini dia masih belum juga dieksekusi oleh kejaksaan untuk menjalani hukuman.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Rembang, Rizal Ramdhani, mengakui belum mengeksekusi Sumadi. Alasannya saat ini Sumadi dalam kondisi sakit sehingga belum bisa menjalani hukuman.

“Belum di eksekusinya Sumadi karena yang bersangkutan masih dalam kondisi sakit, dibuktikan dengan surat keterangan dan rekam medis,” kata Rizal, Selasa (18/7/2017), seperti dikutip dari Detik.

Selama ini, kata dia, Kejari Rembang telah melayangkan panggilan sebanyak dua kali kepada Sumadi. Salah satu agenda pemanggilannya adalah menanyakan kesanggupan pembayaran uang pengganti senilai Rp 360 juta. Uang tersebut saat ini telah seluruhnya dibayar oleh terpidana.

Sebagai terpidana korupsi, Sumadi juga diwajibkan membayar uang denda sebesar sekira Rp 200 juta. Uang denda tersebut akan dibayar Sumadi setelah menjalani kurungan penjara di Rumah Tahanan (Rutan) Rembang.

“Salinan resmi vonis atas terpidana Sumadi masuk di Kejari sebelum puasa kemarin. Namun, eksekusi memang belum bisa kami lakukan lantaran sejak awal penyidikan yang bersangkutan sudah mengalami sakit,” lanjut Rizal.

Pengadilan Tipikor Semarang memvonis Sumadi bersalah karena melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(Wis)

%d blogger menyukai ini: