Sketsa News
Home Berita Terkini, News Terungkap, Cara Jenderal Tito Sikat Bersih Kalijodo

Terungkap, Cara Jenderal Tito Sikat Bersih Kalijodo

Sketsanews.com – Jenderal Tito Karnavian pada saat menjadi pembicara utama dalam acara ‘Dialog Bersama Kapolri,’ diantaranya mengungkap ide pembersihan Lokalisasi Kalijodo.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dialog bersama tokoh lintas agama di CDCC.| Foto via Sidakep @fajar_pay – 1:11 AM – 4 Aug 2016

Dialog ini digelar Center for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) di kantor CDCC, Jalan Kemiri, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/8/2016)

Tito mencontohkan saat operasi pembersihan lokalisasi Kalijodo. Kata Tito, pembersihan Kalijodo itu awalnya merupakan ide Tito.

Sebab, lanjut Tito, saat itu ada peristiwa yang menyebabkan delapan orang meninggal karena ditabrak mobil. Polisi yang menangani kasus itu menemukan ternyata akar masalahnya karena minuman keras.

“Saya langsung telepon Pak Ahok. ‘Pak Gubernur, ini mau diapakan Kalijodo, ini ada korban 8 orang meninggal ditabrak, habis minum-minum dari Kalijodo. Kalijodo mau kita apakan itu, itu harus bersih dari maksiat’,” tutur Tito mengisahkan.

“Jawaban beliau (Ahok) apa, ‘wah kebetulan sekali Bapak tanya soal itu, dari dulu saya sudah mikir bagaimana bersihkan Kalijodo’,” sambung Tito menirukan ucapan Ahok.

Setelah itu, kata Tito, baru kemudian mereka membuat konsep apa yang dibangun jika Kalijodo sudah bersih. Ahok lalu mengutarakan berencana membangun taman hijau di lokasi itu.

“Oke, Bapak (Ahok) jangan bergerak, biar kami (polisi),” ujar Tito.

Tito kemudian meyakinkan Ahok bahwa membersihkan lokalisasi jauh lebih mudah dibanding tempat masyarakat biasa. Karena terlalu banyak pelanggaran yang ada mulai dari pelacuran, minuman keras, narkotik, pencurian listrik dan lainnya.

“Saya bilang, saya masuk duluan ya, Bapak (Ahok) jangan ikut campur, ini operasi kepolisian (terkait) penyakit masyarakat,” kata Tito.

Jajaran Polda Metro Jaya kemudian menghitung berapa preman yang ada di Kalijodo. Setelah diketahui jumlahnya, personel Polri dan TNI dikerahkan untuk menutup area Kalijodo.

“Setelah ditutup, ketemu itu premannya, mirasnya, sajam dan lainnya. Saya bilang bersihkan, setelah bersih, jaga kanan kiri. Semua orang laki-laki yang keluar-masuk ditanya identitasnya. Kosong,” paparnya.

Dari situ, lanjut Tito, kemudian diketahui bahwa para pekerja seks komersial (PSK) di Kalijodo ternyata diambil dari kampungnya masing-masing dan dibayar Rp 50-70 juta tergantung kecantikannya.

“Jadi germo-germonya begitu lihat enggak ada yang datang, sepi, rugi. Keluarin semua WTSnya, WTSnya sudah enggak ada, germonya juga, tinggal masyarakat. Masyarakat kita dekati. Tunjukkan rumah susun dan seterusnya. Bersih,” tuturnya.

“Jadi bukan karena saya mau bantu Pak Ahok, saya punya kepentingan sebagai Kapolda ingin bersihin Kalijodo. Dan sudah bersih sekarang, alhamdulillah,” urai Tito yang disambut tepuk tangan para peserta dialog.

 

(in/detik)

%d blogger menyukai ini: