Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hankam, News Tiga Paslon Pilkada Kota Malang Mendapat Pengawal Pribadi

Tiga Paslon Pilkada Kota Malang Mendapat Pengawal Pribadi

Sesi foto bersama tiga paslon Pilkada Kota Malang (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – KPU Kota Malang telah menetapkan tiga pasangan calon Pilkada Kota Malang dalam Rapat Pleno Terbuka di Hotel Ijen Suites, Kota Malang, Senin (12/2/2018).

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 4/HK.03.1-KPT/3537/KPT/KOP/II 2018, menetapkan tiga pasangan calon yang bakal maju pada Pilkada Kota Malang. Ketiga pasangam calon tersebut adalah Moch. Anton-Syamsul Mahmud, Yaqud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi, serta Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko.

Selain itu, ketiga pasangan calon juga mendapatkan pengawalan pribadi dari kepolisian.

“Masing-masing pasangan calon itu mendapatkan walpri (pengawal pribadi) delapan orang. Walpri tersebut sudah dibekali dengan pelatihan, mereka juga dibekali uang saku dan uang makan,” kata Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri.

Asfuri mengatakan, walpri yang ditugaskan itu siap mengawal pasangan calon sejak ditetapkan. Namun, pihaknya meminta supaya walpri itu tidak dilibatkan dalam kampanye.

“Anggota kami yang walpri bukan sebagai tim kampanye, jangan nanti dilibatkan untuk memegang apa gitu. Tugasnya adalah mengawal dan mengamankan, mungkin ada ancaman dan sebagainya”, ujarnya.

Selain fasilitas walpri, pasangan calon juga disediakan fasilitas patroli pengawalan (patwal) khususnya bagi pasangan calon yang akan malaksanakan kampanye terbuka.

“Selain walpri, kami menyediakan patwal. Masing-masing pasangan calon silakan membuat surat kepada kami kalau ada kampaye dan membutuhkan patwal. Namun, patwal ini tidak bisa digunakan sebagai kepentingan pribadi,” ucap Asfuri.

Sementara itu, Kapolres Malang Kota juga berpasangan agar berkampanye dengan cara yang santun serta tidak melakukan Black Campaign.

“Silahkan berkampanye dengan santun untuk menarik hati masyarakat. Saya kira, semuanya sudah memiliki caranya masing-masing untuk menarik hati masyarakat tanpa harus menggunakan kampanye gelap,” tutup Asfuri.

(Im)

%d blogger menyukai ini: