Sketsa News
Home Berita Terkini, News Tragedi ‘Tol Brexit’, MPR : Kemenhub Dan Kemen PU Jangan Lempar Tanggung Jawab

Tragedi ‘Tol Brexit’, MPR : Kemenhub Dan Kemen PU Jangan Lempar Tanggung Jawab

Sketsanews.com – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyesalkan sikap pemerintah yang saling menyalahkan dalam kasus kemacetan parah di Tol Brebes yang mengakibatkan korban meninggal akibat kelelahan. Bahkan, hingga kini pemerintah belum menyampaikan pernyataan belasungkawa terhadap korban.

Foto Aerial suasana ribuan motor memadati jalan dua arah jalur pantura di pertigaan Losari , Cirebon, Jawa Barat, Minggu (3/7). H-3 Lebaran menjadi puncak arus mudik, sementara kemacetan tak kunjung terurai meskipun polisi telah memberlakukan sistem buka tutup jalan dan sistem lawan arah. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/ama/16.
Foto Aerial suasana ribuan motor memadati jalan dua arah jalur pantura di pertigaan Losari , Cirebon, Jawa Barat, Minggu (3/7). H-3 Lebaran menjadi puncak arus mudik, sementara kemacetan tak kunjung terurai meskipun polisi telah memberlakukan sistem buka tutup jalan dan sistem lawan arah. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/ama/16.

Menurutnya, Pemerintah baik Kementrian Perhubungan, Kementrian PU, dan pihak terkait seharusnya sudah bisa mengantisipasi dampak-dampak sebelum jalan tol tersebut dibuka. Jika, koordinasi dilakukan dengan baik.

“Yang kayak begitu harusnya sudah ketauan sebelum lebaran. Kemana aja sebelum lebaran para menteri ? Kan udah ketahuan. Kalau sudah diperkirakan seperti itu, harusnya dibatasi masuknya, masuk ke jalan tol. Sehingga diminimalisir kemungkinan terjadinya stuck. Kedua diperbanyak jalur alternatif untuk mengurai kemacetan,” ujar Hidayat di Kediamannya, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (7/7).

Untuk itu, lanjutnya, anggota Dewan Majelis Syuro PKS ini berharap agar arus balik nanti harus bisa diselesaikan dengan koordinasi maksimal antara kementerian PU dan Kemenhub. Sehingga, kata dia, tidak ada lagi saling lempar tanggung jawab.

“Sudah tidak minta maaf, tidak empati, tidak belasungkawa, malah lempar tanggung jawab satu sama lain. Saya pikir itu bukan cara yang baik menyelesaikan masalah,” ketus Hidayat.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, mengatakan sudah berkoordinasi dengan Jasa Marga. Jika terjadi kemacetan, pintu-pintu tersebut akan digratiskan.

Jonan pun mengaku sudah berkordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR). Ia menyesalkan kemacetan panjang yang terjadi di pintu keluar tol Brebes Timur saat arus mudik. Menurutnya, Kementerian PUPR harus menjatuhkan sanksi  kepada pengelola  jalan tol.

“Makanya tanya Menteri PU karena BPJT-nya itu di KemenPU. Kalau kepalanya saya enggak akan ada yang berani, saya gantung,” kata Jonan di Jakarta, Kamis (7/7).

Sementara, pernyataan Jonan tersebut langaung dijawab Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Mereka berdalih kemacetan di pintu keluar tol Brebes Timur karena kendaraan pemudik terlalu banyak diarahkan ke sana.

Kepala  BPJT, Herry TZ mengatakan, kemacetan diperparah dengan tersendatnya kendaraan setelah keluar jalan tol.

“BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) itu kan menyediakan prasarana, mereka sudah bekerja keras, mau disanksi gimana? Jalannya sudah siap digunakan, memang kalau volume harus diatur kayak mengisi air ke dalam gelas, kalau gelasnya dipenuhin ya tumpah. Artinya kalau menurut saya mereka sudah bekerja keras sekali, tapi kalau semua diarahin ke sana, terus di depannya ngga bisa lewat ya macet,” terang Herry.

Herry mengklaim, sarana dan prasarana di jalan tol Brebes sudah siap digunakan. Penempatan stasiun pengisian bahan bakar SPBU dan rest area sudah sesuai dengan aturan. Ia mengatakan, pihaknya mendesain jalan tol tersebut untuk bisa dilalui pada hari biasa dan juga mudik lebaran.

(ip/Aktual.com)

%d blogger menyukai ini: