Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Tukang Servis Elektronik Ini Trauma Pembakaran Zoya

Tukang Servis Elektronik Ini Trauma Pembakaran Zoya

Edi Susilo, alias Bapak Syarip, tukang servis barang elektronik. (saban)

Sketsanews.com, Tambun Selatan – Bagi Edi Susilo, 45, pekerjaan sebagai tukang servis perangkat elektronik sudah menjadi bagian hidupnya. Sejak bujangan hingga kini memiliki tiga anak, dapurnya ngebul dari hasil memperbaiki barang elektronik. Belakangan, sejak kasus Zoya, pria tukang servis yang tewas dibakar massa atas tuduhan mencuri, Edi menjadi trauma.

Kini kemana-mana bila membawa barang servisan, ia tak berani sendirian. Lebih baik barang diantar oleh konsumen ke rumahnya.

“Sejak bujangan, sampai punya anak gede, kami makan dari servis elektronik,” ujar Edi Susilo, yang akrab disapa Syarip, baru-baru ini. Syarip adalah putranya dan sudah lazim, kepala keluarga di daerahnya disapa nama anaknya.

Tinggal di Kampung Siluman RT 003/02 Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, ayah tiga anak ini mengaku sejak ada kasus pembakaran yang diduga tukang servis alat-alat elektronik itu, dia lebih banyak minta diantar barangnya ke rumah.

“Saya nggak mau bawa, takut nanti dituduh macam-macam,” katanya sambil senyum.

Profesi yang ditekuninya saat ini memang lagi naik daun, setelah berita dan sosmed ramai menceritakan sosok Mohammad Zoya, yang tewas dikeroyok massa dan dibakar, karena dituduh sebagai pencuri amplifier mushola.
LAGI RAMAI

Saat sekarang ini diakui order servis elektronik lagi rame terutama menjelang perayaan Agustusan. “Biasa banyak warga yang servis dan membuat pengeras suara untuk di lingkungannya,” jelas Syarip, seperti dilansir dari pos Kota, sambil mengatakan dia hanya memberitahu konsumen, alat-alat apa saja yang harus dibeli dan untuk pengeras suara. Sedangkan pemasangan sparepart dirinya yang melakukan.

Sebagai kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya dari jasa servis, lelaki asal Tulungagung, Jawa Timur ini mengaku kondisi barang elektronik sudah berubah, “Murah, bagus dan awet,” tandasnya. Karena itu dia mensiasati dengan membuat modifikasi pada barang elektronik yang rusak saja.

Barang elektronik seperti televisi, pendingin dan pemanas, biasanya kalau rusak harus ganti dan tidak bisa diservis, “Kalau model sekarang, kerusakan harus ganti saja dan tidak merevarasi, “tandasnya.

(Ro)

%d blogger menyukai ini: