Sketsa News
Home Berita Terkini, News Ulama Mau Disertifikasi, Negara Seakan SUdah “Diklaim” Milik Segolongan Orang Yang Berkuasa

Ulama Mau Disertifikasi, Negara Seakan SUdah “Diklaim” Milik Segolongan Orang Yang Berkuasa

Sketsanews.com, Jakarta – Ketika seorang wanita berasal dari Spanyol yang mengingatkan orang lain agar tidak lagi melihat atau menggunakan matahari secara gratis, karena wanita tersebut, bernama Angeles Duran (49) tahun 2010 lalu sudah membuat sebuah surat di Notaris jika kepemilikan matahari sudah secara sah dimilikinya.

Bukan hanya di Spanyol kini juga sudah bisa dikatakan sedang mulai terjadi di Indonesia, ketika Ketua Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Muhammad Naufal Donggio, marah dengan pernyataan Pemerintah melalui Menteri Agama Lukman Saefuddin, yang mengatakan jika pemerintah ingin agar para penceramah untuk mendapatkan sertifikasi.

“Itu ide gila, siapa yang mau duduk dalam sertifikasi, apakah berqualified untuk memberikan sertifikasi,” ujar Naufal gerah dengan cara pemerintah yang terkesan ingin mengontrol seluruh kehidupan umat Islam.

Menurut Naufal kegilaan ini, sebaiknya jangan diteruskan, karena pemerintah akan semakin terlihat panik ketika berhadapan dengan umat Muslim, hingga akhirnya seperti yang terjadi, jika sebenarnya sudah ada sekelompok orang yang ingin menguasai demi kepentingan mereka, dan yang menjadi penghalang adalah umat Islam.

“Saya setuju dengan pendapat Bang Naufal, kegilaan pemerintah menghadapi Islam terlalu dibuat-buat, hingga masyarakat akhirnya tahu apa yang sebenarnya menjadi musuh orang-orang yang berada di pemerintahan,” ujar Darwis tokoh muda muslim asal Maluku Utara.

Bahkan ide gila tersebut, menurut Darwis akan membuat pemerintah bisa sewenang-wenang mengatur apa saja isi ceramah yang harus disampaikan oleh masyarakat, dan ayat apa saja yang boleh dan yang tidak boleh.

“Karena saya yakin jika isi surat sertifikasi tersebut, akan membatasi ruang gerak dan isi ceramah hanya demi kepentingan pemerintah,” ujarny. Sementara itu masyarakat tidak mau tahu dengan sertifikasi, asalkan bisa memberikan keteduhan dan kenyamanan ketika mendengar isi ceramah maka itulah yang di inginkan.

“Bukan karena si penceramah kaya, artis atau lucu saja, apalagi soal sertifikasi, lalu umat Islam ingin mendengar,” ujarnya sambil menambahkan, ini adalah persoalan nyaman dan bisa membuat pendengar merasa menerima enak itu yang paling utama.

Bahkan Naufal mencurigai jika ini hanya akan membuat celah baru buat para pemberi sertifikasi sebuah jalan keluar untuk memanfaatkan ruang korupsi baru.

“Saya sampai mencium adanya aroma komersil yang bernama proyek,” ujat Naufal. Namun Naufal tetap yakin jika tujuan utamanya adalah ingin membungkam para ulama yang selalu kritis melihat sepak terjang pemerintah saat ini.

“Mungkin ada juga “Angeles Duran” versi Indonesia, hanya saja yang diklaim adalah kekuasaan dan hukum yang harus tunduk dan mengikuti kemauan mereka dengan cara mengklaim jika negara ini miliknya,” ujar Darwis sebagaimana dikutip dari Pembawaberita.

(Tri)

%d blogger menyukai ini: