Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Ekonomi & Bisnis, Headlines, News Upah Buruh Agustus 2017 Naik Tipis Disebabkan Faktor Deflasi

Upah Buruh Agustus 2017 Naik Tipis Disebabkan Faktor Deflasi

Kepala BPS Suhariyanto saat mengadakan jumpa pers di kantor BPS Pusat Jakarta, Jumat (15/9). . Foto: AKURAT.CO/Denny Iswanto.

Sketsanews.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menilai upah buruh di Indonesia mengalami kenaikan tipis pada bulan Agustus 2017 memang sejalan dengan adanya deflasi di periode tersebut sebesar 0,07%.

“Terutama adanya deflasi di pedesaan sehingga upah buruh mengalami sedikit perbaikan secara nilai nominal dan nilai riil nya,” ungkap Kepala BPS Suhariyanto, saat jumpa pers dengan media di kantor BPS pusat, Jakarta, Jumat (15/9).

Suhariyanto menjelaskan untuk upah nominal buruh tani nasional pada Agustus 2017 tercatat naik 0,15% dibandingkan Juli 2017. Sedangkan upah riil buruh tani tercatat naik 0,26%.

“Upah buruh tani secara nominal naik dari Rp 50.003/hari menjadi Rp 50.079/hari dibandingkan Juli 2017, selain itu untuk upah riil nya juga mengalami kenaikan dari Rp 37.408/hari menjadi Rp 37.508/hari,” imbuh Suhariyanto.

Sedangkan untuk upah nominal buruh bangunan pada Agustus 2017 tercatat naik 0,34% dibandingkan Juli 2017 dengan nilai dari Rp 84.076/hari menjadi Rp 84.362/hari. Sedangkan upah riil buruh bangunan tercatat naik 0,41% dibandingkan bulan sebelumnya juga dari Rp 64.674/hari menjadi Rp 64.939/hari.

Selain itu, upah buruh potong rambut wanita naik 0,43% dari Rp 25.675 menjadi Rp 25.785 per kepala. Secara riil naik 0,50% dari Rp 19.750 per kepala menjadi Rp 19.848 per kepala.

Kemudian yang terakhir upah pembantu rumah tangga juga mengalami hal serupa, dengan kenaikan upah 0,44% dari Rp 376.140/bulan menjadi Rp 377.795/bulan. Untuk upah riil ada kenaikan 0,51% dari Rp 289.338/bulan menjadi Rp 290.813/bulan. Demikian dilansir dari laman Akurat.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: