Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Pendidikan Wakil DPRD Tolak Full Day School, Ketua Komisi D Malah Menyetujui

Wakil DPRD Tolak Full Day School, Ketua Komisi D Malah Menyetujui

Istimewa

Sketsanews.com, Surabaya – Kebijakan akan diberlakukannya Full Day School dikeluarkan Menteri Pendidikan Kebudayaan masih menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Di Surabaya, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Masduki Toha juga menolak dan meminta kepada pemerintah untuk tidak memaksakan kepada sekolah negeri maupun madrasah ibtidaiyah dan mandrasah ibtidaiyah negeri (MIN).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa, yang juga Wakil Ketua Dprd Surabaya, Masduki Toha, ketika dihubungi via handphone, menyatakan sangat kecewa dengan pemerintah, yang terkesan memaksakan sekolah Full Day School kepada sekolah negeri maupun sekolah negeri Islam.

“Sementara untuk sekolah swasta yang telah menerapkan, tidak ada masalah. itu semua hak masing-masing sekolah swasta,” tuturnya, seperti dilansir dari laman Pojokpitu

Hingga sekarang masalah penerapan Full Day School masih terjadi pro kontra, sedangkan anggota DPRD Kota Surabaya yang menyatakan mendukung, hanya bersifat perorangan, bukan lembaga.

Ketua Komisi D DPRD Kota, Agustin Poliana, ternyata mendukung penerapan Full Day School. Dengan dalih, untuk membantu anak lebih disibukkan dengan pendidikan, sehingga dapat mengurangi tindakan negatif yang dilakukan anak.

Agustin Poliana mengatakan, untuk saat ini perlu adanya penyesuaian bagi anak, utamanya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Namun program Full Day School sebenarnya tidak harus full mata pelajaran, namun bisa diisi dengan ekstra kurikuler. Khusus bagi sekolah madrasah diniyah bisa juga mengisi dengan program keagamaan, sehingga tidak membuat anak bosan dan tertekan.

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah mengatur program Full Day School yang termuat dalam Permendikbud 23 tahun 2017. Rencananya, akan diterapkan tahun ajaran mendatang.

(rO)
%d blogger menyukai ini: