Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hidup Sehat, News Wanita Ini Alergi Terhadap Rambutnya Sendiri

Wanita Ini Alergi Terhadap Rambutnya Sendiri

Sebuah kelainan genetik langka membuat Natasha Coates alergi pada berbagai hal, termasuk rambutnya sendiri. (Foto: Instagram/natashacoatesgb)

Sketsanews.com, Jakarta – Kisah sendu datang dari seorang wanita asal Nottingham, Inggris, yang memiliki kelainan imunologi. Ialah Natasha Coates, seorang pesenam yang karena kelainan langka yang diidapnya, ia alergi terhadap berbagai hal.

Dilansir dari New York Post, Coates didiagnosis mast cell activation syndrome (MCAS) pada usia 18 tahun, yaitu kelainan yang terjadi pada sel mast atau mastosit yang mengandung hestamin dan heparin tersebut bereaksi terhadap berbagai pemicu.

Ia juga disebut mengidap alergi anafilaksis, yaitu alergi berat yang dapat berujung pada kematian. Pemicu alergi tersebut biasanya bereaksi terhadap air mata dan rambutnya sendiri, perubahan cuaca, makanan, dan pencernaan.

“Reaksinya bisa bervariasi. Bisa berbagai macam mulai dari merasa karena cuaca, gatal, sangat lelah, bahkan bisa mengancam jiwa seperti lidah dan tenggorokan yang membengkak,” ujar Coates.

Lebih sedihnya lagi, ketika rambutnya tumbuh, kulit kepala Coates mengalami luka seperti luka bakar. Saat ia menangis dan air matanya menetes, wajahnya muncul ruam-ruam merah yang sangat menyiksanya.

“Ada begitu banyak hal yang membuat saya bereaksi, perubahan suhu, saya bereaksi terhadap produk untuk mandi, produk kecantikan, deodoran, semprotan (parfum), make up, barang di sekitar rumah,” tuturnya.

Coates tidak dapat menikmati hidupnya di usia 22 tahun layaknya orang lain. Ibunya, Adele, selalu memberi Coates makanan yang memang aman dan makanan tesebut selalu dimasak sendiri olehnya. Adele juga memastikan semua orang yang berkunjung untuk mencuci tangan sehingga tidak membawa infeksi ke dalam rumah.

Tetapi, kelainan ini tidak membuatnya putus asa. Coates tetap melanjutkan kegemarannya dalam bidang gimnastik (senam). Ia pernah kompetisi dalam kejuaraan Disability British Championships dan berada di peringkat nomor satu.

“Saya telah melakukan senam sejak usia delapan tahun, demi kesenangan,” tutupnya.

(Ad)