Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Warga Korban Kebakaran di Belakang Alexis Mengungsi di Tenda Darurat

Warga Korban Kebakaran di Belakang Alexis Mengungsi di Tenda Darurat

Foto: Sisa kebakaran di belakang Alexis (Kim-detikcom)

Sketsanews.com, Jakarta – Sederet rumah bedeng di belakang hotel Alexis ludes dilalap api. Sejumlah warga korban kebakaran tampak tinggal di tenda yang disiapkan oleh PMI kota Jakarta Utara dan Dinas Sosial Jakarta Utara.

Pantauan detikcom di lokasi kebakaran Minggu, (17/9/2017), ada tiga tenda besar yang telah didirikan untuk menampung pengungsi. Tenda tersebut dari Dinas Sosial Jakarta Utara dan PMI kota Jakarta Utara.

Sejumlah warga tampak menaruh barang-barangnya di dalam tenda. Seperti kasur dan pakaian. Kondisi tenda yang berada persis di samping rel kereta membuat suasana tenda menjadi sangat panas pada siang hari. Sejumlah warga memilih untuk berteduh di bawah pohon pohon tak jauh dari tenda pengungsian.

“Iya jadi bukan karena tidak kebagian tempat, tapi neduh aja di sini. Kalau di sini kan banyak angin enak,” kata Usmeri (27) salah satu korban kebakaran di belakang hotel Alexis.

Dia yang bekerja di Pasar Pagi itu hanya sempat menyelamatkan sedikit barang-barangnya. Rencananya Usmeri akan mencari rumah kontrakan dalam waktu dekat.

“Sementara masih di pengungsian dulu, susah juga kalau sekarang cari kontrakan sekarang,” kata Usmeri.

Sementara itu, di lokasi kebakaran, tampak warga yang memungut puing puing sisa kebakaran. Puing yang dikumpulkan mulai dari lempengan besi sampai paku paku usang.

“Ini lumayan mas, buat dijualin,” kata Parjo saat memulung di bekas salah satu rumah yang terbakar.

Sebagaimana diketahui, kebakaran terjadi di RT 5 Kampung Dao, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, selama kurang lebih 3 jam. Sebanyak 1.500 orang harus kehilangan tempat tinggal mereka.

Dinas Sosial Jakarta Utara mulai mendistribusikan bantuan. Kasudin Sosial Jakarta Utara, Adji Antoko mengatakan bantuan yang didistribusikan berupa kebutuhan dasar, mulai dari tenda hingga makanan.

“Bantuan kebutuhan dasar yang didistribusikan berupa matras 60 lembar, terpal 10 lembar, selimut 200 lembar, mi instan 25 dus, sarden 300 kaleng, serta seragam sekolah SD 40 setel, SMP 30 setel, dan SMA 25 setel,” jelas Adji Antoko melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (16/9), sebagaimana dilansir dari laman Detik.

(Fya)

%d blogger menyukai ini: