Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News, Peristiwa Warga Ponorogo Jalan Kaki 2 Km untuk Dapatkan Air

Warga Ponorogo Jalan Kaki 2 Km untuk Dapatkan Air

Ilustrasi krisis air/ Jawapos

Sketsanews.com, Ponorogo – Kekeringan dan krisis air bersih membuat masyarakat Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Ponorogo, harus berjalan kaki sekitar 2 km untuk mendapatkan air bersih.

Kepala Desa Dayakan, Kateno, mengatakan kekeringan di Dusun Watuagung memang kerap terjadi pada musim kemarau. Warga setempat mengandalkan sumber mata air dan sendang di desa setempat.

Namun, saat musim kemarau sumber-sumber air andalan warga mengering. Warga harus mencari sumber air lainnya yang berjarak sekitar 2 km untuk mendapatkan air bersih tersebut.

“Ada sendang yang masih ada airnya, itu warga harus berjalan sekitar 2 km untuk mencapai lokasinya,” ujarnya, mengutip Harianjogja, Jumat (8/9/2017).

Kateno menuturkan untuk kebutuhan mandi dan mencuci mereka harus ke sendang yang berjarak sekitar 2 km dari permukiman penduduk. Seusai mandi dan mencuci, warga pulang membawa air di jerigen untuk masak dan konsumsi.

Dia menuturkan saat ini masyarakat Desa Dayakan membutuhkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di desanya telah ada tangki air berkapasitas 2.200 liter yang merupakan bantuan dari BPBD Ponorogo.

Sementara Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono, mengatakan saat ini BPBD semakin rutin mengirim air bersih di sejumlah desa yang krisis air bersih. Setiap hari petugas BPBD telah mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan.

Dia menuturkan wilayah yang sudah dikirimi air bersih yaitu Dusun Jenggring, Dusaun Banyuripan, dan Dusun Tlogo di Desa Duri, Kecamatan Slahung; Desa Suren, Kecamatan Mlarak; Desa Mrican, Kecamatan Jenangan; Desa Tulung, Kecamatan Sampung; dan Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung. (Wis)

%d blogger menyukai ini: