Sketsa News
Home Hukum, kriminal Ngamen Tengah Malam Enam Anjal Kena Razia

Ngamen Tengah Malam Enam Anjal Kena Razia

BELUM DEWASA: Petugas Satpol PP Kota Kediri memberi pengarahan pada anak-anak jalanan yang terjaring razia tengah malam, kemarin. (Foto: SATPOL PP KOTA KEDIRI)

Sketsanews.com, Kediri Kota – Satpol PP menjaring anak-anak jalanan (anjal) yang masih berkeliaran saat lewat tengah malam. Sebanyak enam anak diamankan. Mereka kedapatan tengah mengamen. Lokasinya di simpang Jl Ahmad Yani, Kelurahan Banjaran, dan simpang alun-alun, Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Kota.

Informasi JawaPos menyebut, peristiwanya sekitar pukul 01.00. Sebelumnya aparat penegak perda itu telah menerima laporan masyarakat. Mereka resah lantaran masih ada bocah berkeliaran. Padahal telah larut malam.

Selain itu, ada rasa iba karena anak-anak berusia sekitar 10 hingga 14 tahun tersebut tanpa pengawasan orang tua. “Mendapat laporan kita langsung datangi tempat anak-anak ini mangkal,” ungkap Kabid Tramtibum Satpol PP Kota Kediri Nurkhamid.

Timnya berpencar untuk menjaring anak-anak jalanan di dua tempat yang dilaporkan warga itu. Tim satu mengarah ke simpang alun-alun. Di sana terjaring tiga anak yang sedang mengamen. Sedangkan tim dua mendapati tiga anak yang juga mengamen di simpang Jl Ahmad Yani. “Mereka langsung kami bawa ke kantor satpol PP untuk dilakukan pembinaan,” kata Nurkhamid.

Dalam proses pembinaan di kantor, ternyata tiga anak asli dari Kota Kediri. Adapun tiga lainnya dari Kabupaten Kediri. Malah ada yang jauh-jauh nggandol kendaraan dari Kecamatan Kepung.

Dari keenam anak itu, lima putus sekolah. Hanya satu yang masih melanjutkan sekolah. “Karena tampangnya kumal dan kotor kita suruh mereka mandi. Ini kita lakukan untuk dasar mereka belajar ketertiban, mulai dari penampilan yang rapi dan bersih,” terang Nurkhamid.

Setelah berkoordinasi Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri dan menghubungi orang tua anak-anak jalanan itu, petugas mengantar mereka ke rumah masing-masing. Mengetahui anaknya pulang diantar personel satpol PP, respons beberapa orang tua beragam. Namun rata-rata malu. Mereka berjanji akan menjaga anaknya.

Terlebih dari pengakuan orang tua, mereka tidak tahu anaknya berkeliaran hingga meminta-minta di persimpangan jalan. “Kita beri pengertian juga pada orang tua mereka agar ikut memantau perilaku anaknya,” papar Nurkhamid.

Tidak hanya itu, petugas juga telah mendata keenamnya. Ini sebagai peringatan jika mereka kembali ke jalanan dan terjaring. Satpol PP tidak segan-segan menindak tegas. Yang melanggar bisa dikirim ke dinsos untuk dibina dan sementara waktu tidak bisa pulang sebelum program pembinaan selesai. “Kita peringatkan agar tidak kembali ke jalanan,” tegasnya.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: