Nikahi Model Pria Berusia 24 Tahun, Kakek Mantan Pastor Paroki Malah Dicampakkan Setelah Belikan Rumah

The pair wed to make a stance against Church of England rules that bar clergymen from same-sex marriage

The pair wed to make a stance against Church of England rules that bar clergymen from same-sex marriage |  Philip Clements, 79, menikahi Florin Marin, 24, setelah mereka bertemu di sebuah situs kencan. (Foto: BPM via FajarOnline)

Sketsanews.com – Seorang kakek-kakek bernama Philip Clements yang menikahi seorang model Rumania, Florin Marin telah kehilangan tempat tinggal setelah dia dicampakkan beberapa hari setelah dia membelikannya sebuah flat. Pensiunan pendeta berusia 79 tahun itu menikahi Florin yang baru berumur 24 tahun setelah mereka bertemu di sebuah situs kencan.

Dia kemudian menjual rumahnya di Sandwich, Kent, untuk membeli sebuah flat di Bucharest, yang ia sertifikatkan atas nama suaminya. Clements mengatakan bahwa ia sengaja mengatasnamakan suaminya untuk flat tersebut agar Florin mendapat tempat yang aman setelah dia meninggal. Tapi mereka kemudian bertengkar dan mengakhiri hubungan. Akibatnya, Clements harus mengandalkan teman-temannya untuk tempat tinggalnya saat ini.

Clements bertemu dengan Florin , seorang model, di sebuah situs kencan online hampir tiga tahun yang lalu dan tertarik pada ‘penampilan flamboyannya’. Mereka lalu menikah pada bulan April. Awalnya, semuanya berjalan dengan baik. Namun, belakangan pria tua itu merasa terisolasi di Rumania dimana dia hanya memiliki sedikit teman dan tidak dapat berbicara bahasa setempat.

“Kami pergi pada bulan April dan kami bersenang-senang. Kami biasa pergi ke bioskop dan berbelanja. Dia membuatku tertawa. Kami banyak tertawa. Saya datang ke Inggris untuk beberapa pertemuan medis selama dua minggu pada akhir Agustus. Ketika saya kembali, kami berselisih. Kupikir dia tidak masuk akal. Saya sangat kesepian, tidak tahu bahasa atau punya teman,” tutur Clements.

Selama di Rumania, Florin menghabiskan banyak waktu untuk keluar. Ia biasa tidur larut malam, kadang pukul 5 pagi di malam hari atau di luar menonton film. “Dia bilang aku tidak diizinkan pergi clubbing. Itu bukan untuk orang tua. Dalam hatiku aku tidak menerimanya tapi aku mempercayainya,” bebernya.

Clements kembali ke Inggris pada bulan September setelah teman-temannya memintanya untuk pulang. “Ketika semuanya berjalan baik, saya ingin dia memiliki keamanan saat saya mati. Tahun depan saya 80 tahun. Saya tidak ingin ada keraguan tentang hunian saat saya meninggal. Dia menghargai saya melakukannya tapi saya tidak tahu kami akan segera putus,” kisahnya.

“Saya pergi dengan sangat sedih dan sangat tidak bahagia. Teman-teman saya di Inggris mengatakan bahwa saya harus meninggalkannya tapi saya pergi dengan hati yang sangat berat. Dia mengantarku ke bandara. Aku telah kehilangan segalanya. Saya telah kehilangan rumah saya dan berada dalam keadaan miskin,” lanjutnya.

Ia mengaku sangat menyesal telah menjual rumahnya. “Saya tinggal bersama teman-teman pada minggu-minggu lainnya sampai saya diberi sebuah flat granung yang menempel di salah satu rumah teman saya. Saya menyesal menjual rumah saya. Aku membeli flat itu,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan pindah ke Rumania sebenarnya atas keinginannya. “Itu adalah saran saya untuk pergi ke Rumania dan Florin menyukai gagasan itu, tapi saya pikir kami akan lebih baik jika kami tinggal di rumah saya di Eastry. Saya tidak akan begitu terisolasi dan dia harus melakukan sesuatu,” katanya.

Aturan Gereja Inggris menyatakan bahwa pendeta tidak dapat memasuki perkawinan sesama jenis.
Mantan pastor paroki itu pun mengatakan bahwa dia telah menahan gejolak seksualitasnya sepanjang kariernya karena sikap gereja terhadap homoseksualitas namun sekarang dia bisa menjadi dirinya yang sejati.

Sejak meninggalkan Rumania pasangan itu tidak lagi mengambil nama keluarga masing-masing, namun hubungan mereka membaik kembali dan Florin bahkan telah mengunjungi Inggris selama beberapa hari. “Florin mulai menghubungi saya lagi. Saya tidak kehilangan perasaan saya padanya sehingga saya membalasnya. Kami mulai mengirim SMS dan berbicara di video dan kami masih berhubungan sekarang,” bebernya.

“Semuanya sangat bersahabat. Seolah-olah dia menyesali apa yang telah terjadi. Saya percaya memberi seseorang kesempatan kedua. Masih ada sesuatu yang mengikat kita. Kami bukan musuh.
Dia tidak melakukannya untuk uang karena saya tidak punya banyak uang yang tersisa. Kami berdua berpikir suatu hari nanti bahwa kami akan memiliki sebuah flat di sebuah kota – Dover atau Canterbury,” sambung Clements.

Florin sendiri menyewakan apartemen yang dibelikan Clements. “Dia menyewakan apartemen itu dan dia mengatakan bahwa dia akan memasukkan sebagian uang itu ke rekening saya. Saya tidak ingin bercerai dan dia bilang dia tidak menginginkan orang lain. Saya sudah memintanya untuk memberitahu saya jika dia menemukan orang lain dan saya akan mengerti,” tandasnya. Melansir dari FajarOnline

 

 

(in)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: