Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Politik Novel Duga Ada Permainan Politik di Belakang Pengajuan PK Ahok

Novel Duga Ada Permainan Politik di Belakang Pengajuan PK Ahok

Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Dok. JawaPos.com)

Sketsanews.com, Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Tak hanya karena gugatan cerai kepada istrinya Veronica Tan, namun juga pengajuan memori peninjauan kembali (PK) atas kasus penistaan agama yang menimpanya.

Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin menduga adanya kepentingan khusus atas pengajuan PK tersebut. Menurutnya, hal itu masih berkaitan dengan politik.

“Perlu diduga pengajuan PK Ahok ada permainan kotor untuk kepentingan politik balas dendam penguasa ini agar penista agama ini bebas,” ujar Novel saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (24/2).

Novel Bamukmin

Novel Bamukmin (Dok. JawaPos.com)

Selain itu, dirinya juga menilai mantan Gubernur DKI Jakarta itu bisa memprovokasi masyarakat. “(Ahok) dijadikan provokator lagi untuk menjelang pilkada dan pilpres agar bangsa ini terpecah-belah antar umat beragama agar kepentingan komunis baik dalm dan luar negeri bisa mengambil alih ini negara,” jelasnya.

Sebab, lanjutnya, orang-orang yang diduga komunis memiliki peranan penting atas kejadian yang menimpa umat beragama. Contohnya, teror yang kini marak terjadi kepada ulama dan ustadz.

“Kita melihat saat ini yang diduga komunis itu punya peranan untuk memecah belah bangsa dan adu domba umat beragama dan kita umat Islam saat ini masih menahan diri dengan kejadian teror yang sampai ulama dan ustadz terbunuh mati syahid,” tutur dia.

Atas kejadian-kejadian itu, Novel tak setuju dengan keputusan mahkamah agung (MA) yang mengabulkan permohonan PK Ahok untuk disidangkan. “Apalagi dengan bebasnya Ahok bisa menambah konflik yang lebih memanas lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, berkas memori PK Ahok diajukan pada tanggal 2 Februari 2018 lalu. Sebagai tindak lanjut, majelis hakim menetapkan sidang perdana PK tersebut akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (26/2) mendatang.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: