Obati Kesehatan Masyarakat, Satgas Pamtas RI-PNG Yonmek 521/DY Terapkan Pola Bivak to Bivak

Foto : Pendam/ Soleh Habibi/Sketsanews.com

Sketsanews.com, Kabupaten Merauke, Papua- Satgas Pamtas Yonmek 521/DY, terus menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang berada di wilayah perbatsan Indonesia-Papua Nugini.

Saat ini, 2 warga Kampung Barki, Kabupaten Merauke, menjadi perhatian serius bagi tim kesehatan Satgas Pamtas Yonmek 521/DY. Pasalnya, 2 warga tersebut didiagnosis menderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), serta penyakit kulit yang diindikasikan bisa menular.

Hal itu, diungkapkan oleh Letda Ckm Dr. Aditya Baskoro di sela-sela dirinya merawat kedua warga tersebut. Menurutnya, minimnya wawasan tentang pentingnya hidup sehat di wilayah perbatasan, seakan menjadi timbulnya penyakit tersebut.

“Warga tidak memperdulikan betapa pentingnya kebersihan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Letda Aditya. Kamis, 29 Nopember 2018.

Kendati demikian, kata tim kesehatan Yonmek 521/DY ini, dirinya akan terus berupaya semaksimal mungkin agar kedua warga tersebut bisa terlepas dari penyakit tersebut. “Sekarang sedang kami rawat. Kami pastikan kondisi kesehatannya kembali pulih,” jelasnya.

Sementara itu, Adrianus (56) mengungkapkan, selama ini dirinya merasakan berbagai keluhan pernapasan. Namun, Adrianus menganggap jika keluhan yang dialaminya tersebut, merupakan suatu hal yang biasa. “Saya sering sekali merasakan sesak nafas. Saya juga tidak tahu kalau saya menderita ISPA,” ungkapnya.

Keluhan-keluhan itu, kata Adrianus, dirasakannya semenjak beberapa bulan yang lalu. Namun, jauhnya jarak ke Puskesmas di daerah tersebut, seakan membuatnya enggan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. “Biayanya juga darimana,” cetusnya.

Foto : Pendam/ Soleh Habibi/Sketsanews.com

Dengan adanya pengobatan yang dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonmek 521/DY saat ini, Adrianus mengaku jika dirinya merasa tertolong. Sebab, kata dia, tak hanya pemeriksaan kesehatan saja. Akan tetapi, Satgas juga memberikan perawatan kesehatan terhadap para warga yang diindikasikan mengalami gangguan kesehatan.

“Kami tidak datang ke pos bapak-bapak TNI ini, tapi malah sebaliknya. Bapak-bapak ini yang datang ke bivak (rumah, red) kami untuk memantau kondisi kesehatan warga di desa kami,” jelasnya.

Perlu diketahui, penerapan sistem Bivak to Bivak atau dari rumah ke rumah, dinilai sangat ampuh dalam memantau setiap kondisi kesehatan warga di wilayah perbatasan RI-PNG. Tidak hanya itu, penerapan sistem tersebut, ternyata berhasil menarik antusias masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan. (As)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: