Operasi Bariatrik, Berat Naufal Turun 36 Kilogram dalam 3 Bulan

Naufal sebelum operasi (kiri), tiga bulan kemudian di acara konferensi pers Rumah Sakit Pondok Indah(Rumah Sakit Pondok Indah)

Naufal sebelum operasi (kiri), tiga bulan kemudian di acara konferensi pers Rumah Sakit Pondok Indah(Rumah Sakit Pondok Indah)

Sketsanews.com, Jakarta – Penanganan obesitas ekstrem salah satunya dengan melakukan operasi bedah bariatrik. Tindakan ini dilakukan dengan memotong bagian lambung dengan tujuan bisa menurunkan rasa lapar dari pasien.

Muhammad Naufal Abdillah yang bobotnya sempat mencapai 239 kg telah melakukan prosedur ini karena merasa dengan diet saja tidak cukup membantu.

“Pertama itu diet dulu, semua cara diet pokoknya sudah dilakukan tapi cuman bertahan 3 bulan. Nggak kuat, jadinya yoyo. Naiknya cepat lagi,” kata Naufal di Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).

Pria berumur 23 tahun ini mengatakan awal ingin menjalani operasi bariatrik karena saran dari dosennya. Sebab, ia sering mengeluh sulit bergerak, mudah lelah, dan sendi sudah sakit-sakitan.

“Sebelum operasi itu naik tangga saja sulit. Satu tangga berhenti. Nggak kuat jalan jauh, capek terus,” tuturnya.

Ia bercerita, sedari kecil memang memiliki sistem metabolis yang berbeda dari anak lain. Lahir normal tetapi tiap bulan berat badannya selalu naik 1 kg. Bahkan ketika ia sakit pun berat badannya tetap naik.

“Saya SD 110 kg. Tapi masih bisa berenang, futsal, jadi nggak terlalu mikirin yg penting bisa jalan. Waktu itu masuk SMP di pesantren makin stres pelampiasannya ke makanan. Mi instan, nasi goreng 3 porsi, jadi walaupun kegiatan banyak tetapi berat badan naik juga,” jelasnya.

Spesialis bedah digestive dari RS Pondok Indah, dr Peter Ian Limas, menuturkan proses bedah bariatrik yang dilakukan pada Naufal yakni metode sleeve surgery yaitu pemotongan lambung pasien sebanyak 85 persen.

“Jadi ukuran lambung yang tersisa kira-kira seperti jari kelingking. Untuk Naufal memang sengaja di sleeve karena akan membutuhkan tindakan lebih lanjut agar benar-benar bisa normal. Pada prinsipnya, pengobatan kita harus kerjasama dengan pasien,” kata dr Peter.

Persiapan awal tindakan pembedahan, Naufal melakukan cek lab terlebih dahulu dan ditemukan bahwa hasilnya ternyata jauh lebih ‘sehat’ daripada yang dibayangkan

“Naufal ini labnya normal. Kolesterol dan gula darahnya normal. Sekarang kita maksimalkan pengobatan yang sudah terbentuk. Banyak konsultasi ke dokter gizi,” tambah dr Peter.

Tiga bulan menjalani operasi bedah bariatrik yang dimulai awal Desember tahun lalu, berat badan Naufal sudah berkurang sebanyak 36 kg. Ia berharap ke depannya akan makin banyak bobot yang terpangkas.

“Dokter bilangnya tahun ini target turun 100-150 kg. Sudah komitmen dan insya Allah kuat jalaninya. Walau masih suka laper mata hehehe,” pungkasnya. (Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: