Operasi Pekat, Polisi Makota Amankan 13 Tersangka

(Fotof Imam Muchlis Sketsanewscom)

Barang bukti yang didapat Polisi Makota selama Operasi Pekat sejak 21 Mei-1 Juni 2018. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – Sebanyak 13 orang diamankan Kepolisian Resort Malang Kota selama operasi penyakit masyarakat (Pekat). Operasi yang digelar sejak 21 Mei hingga 1 Juni 2018 tersebut menyasar lima kecamatan di Kota Malang.

Kapolres Malang Kota (Makota) AKBP Asfuri, S.I.K. M.H, menjelaskan, bahwa dalam pelaksanaannya, operasi pekat tersebut berhasil mengamankan miras, narkoba serta premanisme.

“Kami berhasil mengamankan ganja, sabu, pil dobel L, serta miras ada ratusan botol dan premanisme”, kata Asfuri kepada Sketsanews.com. (2/6).

Dalam operasi Pekat itu Polisi menyita miras sebanyak 890 botol dari segala merek, serta melakukan penindakan kepada pengedar narkoba. Polisi juga mendapatkan ganja sebanyak 83,01 gram, sabu 19,62 gram, dan pil doble L sebanyak 25 butir.

Asfuri menambahkan, bahwa pihaknya akan terus melakukan razia dan operasi guna menjaga Kamtibmas di Kota Malang.

Kapolres Makota AKBP Asfuri, S.I.K., M.H didampingi Kabag Humas Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, S.H saat berdialog dengan dua pelaku pengedar narkoba yang berhasil diamankan Polisi. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

“Sampai hari ini kami masih melakukan operasi, dan itu akan terus kami lakukan demi menjaga Kamtibmas di Kota Malang dan menghilangkan segala bentuk penyakit masyarakat”, imbuh Asfuri.

Selain itu, dalam oerasi yang berlangsung selama 12 hari tersebut Polisi juga mengamankan dua pelaku premanisme di wilayah Gor Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang, Malang.

Dari tangan tersangka didapati barang bukti berupa dua unit sepeda motor merek Honda beat, Yamaha Vixion, serta satu buah pisau.

Sementara itu, orang nomor satu di Kepolisian Resort Malang Kota itu berpesan agar setiap masyarakat meningkatkan kewaspadaannya terhadap barang-barang pribadinya.

“Kami berpesan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati, mengingat wilayah Kota Malang ini banyaknya perguruan tinggi, pendatang, dan rumah kost, yang mana kejahatan bisa terjadi kapan saja. Kami berharap Kota Malang tetap aman dan kondusif”, ujar Asfuri.

(Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: