Sketsa News
Home Opini Jika Semua Bantahan Dijadikan Fakta, Maka Penjara Dan Neraka Akan Kosong Semua

Jika Semua Bantahan Dijadikan Fakta, Maka Penjara Dan Neraka Akan Kosong Semua

Sketsanews.com – Begini logikanya, jika semua bantahan kemudian dijadikan fakta, maka penjara dan neraka akan kosong semua. Karena Fir’aun saja membantah dirinya durjana. Qarun pun membantah dirinya zhalim dan sombong tidak terkira. Robot gedek pun membantah dirinya melakukan tindakan sodomi dan pembunuhan terhadap anak-anak di jalanan Jakarta.

Ambil satu contoh, saat fortuner menabrak tiang listrik. Kata pengacara, korban luka parah dan memar sebesar bakpao dan hampir gegar otak. Namun, ada …yg memperhatikan dengan seksama tidak separah itu. Apakah kemudian kata pengacara ini jadi fakta?

Jarum infus diketahui pakai jarum untuk anak-anak (balita), tapi dibantah bahwa memang kulit korban harus pakai infusan anak-anak. Jadi fakta juga?

Ekonomi morat marit. Dibantah pemerintah bahwa ekonomi sebaliknya, meroket. Bantahan itu yg jadi fakta?

Gas 3 kilogram langka dan memgalami kenaikan harga. Pertamina membantah pasokan gas aman dan tidak ada kenaikan harga. Bantahan juga langsung jadi fakta?

Ambil kasus lain lagi, Yahudi masuk Masjid Nabawi, ribut sejagat dunia. Lalu dibantah. Yg mengabarkan dituding menyebarkan hoax dan fitnah. Dikabarkan hanya rekayasa digital dan lain sebagainya.

Tapi, di saat pihak imigrasi diminta dibuka data nama Ben Tzion masuk dan keluar Ketajaan Arab Saudi tidak ada yg mau. Ben Tzion kemudian mempublish visanya, tidak ada yg membantah lagi. Semua mendadak diam. Bahkan para peliharaanya. Berita bantahan pun hilang.

MBS dikabarkan ke Israel diam-diam. Dibantah. Siapa yg membantah MBS sendiri? Bukan. Menteri Luar Negeri Adel Al Jubeir? Bukan juga. Disebutkanlah seseorang di Kementerian Luar Negeri. Seseorang itu punya nama? Pembantah pun diam dan pemberitaan menghilang.

Diminta kedua pihak imigrasi saling membuka data imigrasi keluar dan masuknya, tidak ada pula yg berani melakukanya. Padahal dari pihak Tel Aviv sudah menyanggupinya. Jadi? Simpulkan sendiri saja.

Apalagi soal lukisan yg ada bukti pembayarannya. Dibuka ke khalayak ramai kejang-kejang bisa-bisa. Apalagi soal konser musik yg tiba-tiba para pembela menjadi sekuler. Lebih sekuler bahkan dari penganut paham sekuler.

Bantahan ya bantahan saja. Dalam dunia jurnalisme ada namanya hak jawab. Silakan saja. Namun, belum tentu fakta. Belum tentu juga kabar sebelumnya dusta. Karena juga berbasis pada data.

Tergesa-gesa berteriak hoax, fitnah, ujaran kebencian dan lainnya justru semakin memperlihatkan adanya KEPANIKAN. Ada apa dan kenapa harus panik? Ada yg disembunyikan? Ada yg ditakutkan?

Jika tak di dunia, di akhirat sana akan Allah bukakan. Kebenaran akan selalu benar dan selalu menemukan jalannya.

#AMI
#SelamatkanDuniaIslam
#LintasanPikiran

FB. Azzam Mujahid Izzulhaq

((in)