Sketsa News
Home Opini Propaganda Radikal

Propaganda Radikal

Alhamdulillah & Selamat Acara Reuni Alumni 212 Berjalan Lancar, Aman dan Sukses. Umat Islam Tertib, Lokasi Kembali Bersih, Rumput pun tidak di injak. Semoga Ukhuwah Islamiyah tetap terjaga. Aamiin | Twitter @mkhumaini

Sketsanews.com – Rakyat Indonesia yang mayoritas Islam, saat ini sedang di uji kesabarannya. Kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat hingga pengebirian kebebasan berserikat dan bersuara. Islam diterpa issue radikal, sehingga umat ketika ingin bersikap dibayang-bayangi oleh propaganda tersebut.

Seandainya umat Islam Indonesia radikal, tentu sejak 411 dengan jutaan umat yang siap syahid, mampu membilas kekuasaan yang represif saat itu. Tapi umat patuh kepada pemimpinnya, b…ersabar dan bersabar. Saat itu, jelas sekali aparat keamanan melakukan tindakan sporadis terhadap umat dan ulama. Bahkan komando Panglima TNI dan Kapolri saat itu diabaikan oleh elemen keamanan Istana.

Melihat situasi dilapangan yang tidak kondusif dan membahayakan perjuangan yang lebih jauh, Habib Rizieq memberi komando agar pulang karena situasi bisa menimbulkan chaos. Jangan ditanya saat aksi 212, jangankan Istana, jika ada aksi agresi militer Amerika terhadap negeri ini, jutaan umat tentu siap juga syahid mempertahankan negeri ini.

Jadi jangan bangun stigma dan pembodohan melalui propaganda radikalisasi agama. Dalam menjalankan perintah agama, hampir semua agama memang harus radikal (berpegang teguh) menjalankan aturannya, jika tidak tentu keberlangsungan ajaran agama akan pudar seiring waktu. Umat Islam dinegeri ini, adalah umat Islam yang moderat. Runtuhnya kekuatan umat Islam, maka lemahlah pondasi besar negara. Propaganda radikal Islam di negeri ini, lebih kearah membuat lemah bangsa ini. Padahal sejatinya, jikapun ada yang radikal ingin mendirikan negara Islam, akan berhadapan dengan umat Islam itu sendiri. Islam dinegeri ini sudah di asuh oleh pendiri negeri dengan pemahaman Rahmatan Lil Alamin.

Mengkritisi kebijakan, tidak ada kaitannya dengan radikal. Namun saat ini, justru propaganda radikal di arahkan ke pihak yang kritis, sehingga suaranya dibungkam. Dinegeri ini, Islam merangkul umat lain dan memang itulah sejatinya ajaran rahmatan lil alamin. Yang kita hadapi adalah kelompok ultra sekuler/liberlisme, justru dalam aksinya mereka sangat radikal dengan mendeskreditkan, tujuan mereka jelas, yakni melemahkan Pancasila, mengaburkan nilai-nilai agama dan menjadikan negeri ini santapan kapitalis berkedok ekonomi pasar. Sadari saja, propaganda radikal, diperuntukan untuk membungkam kesadaran dan mengubur kekritisan.

FB. Alhadi Muhammad

(in)

%d blogger menyukai ini: