Sketsa News
Home Berita Terkini, Opini Wirathu: The Face of Terror

Wirathu: The Face of Terror

Sketsanews.com – Bhante Ashin Wirathu lahir tanggal 10 Juli 1968. Botak. Mukanya dingin. Saya yakin dia keji. Tokoh Buddhis, Lieus Sungkharisma bilang Wirathu kerasukan setan.

Wirathu drop out dari sekolah di usia 14 tahun. Langsung jadi biarawan. Di tahun 2003, dia divonis 25 tahun penjara. Akibat aktif di Gerakan 969. Tapi dibebaskan tahun 2012. Sejak itu, bukannya meditasi di kuil, dia aktif bersosmed. Seperti “Anak Alay”. Asyik nge-youtube.

September 2012, Wirathu, yang ngerasa mirip Donald Trump, memimpin para bhikkhu berdemonstrasi mendukung rencana kontroversial Presiden Thein Sein yang hendak mengeksport Muslim Rohingya ke luar negeri.

Jauh dari spirit Metta (cinta-kasih) Buddhistik, Wirathu publicly mengucapkan terima kasih kepada orang yang membunuh aktifis Ko Ni (legal adviser Muslim NLD).

Kepada The Economist, Wirathu menyatakan bahwa Islam adalah ancaman bagi umat Buddha Myanmar. Dia cerita, Indonesia dulunya negeri Hindu-Buddha. Sekarang Philipina dijadikan medan perang jihadis. Dia warning, Myanmar is the next target.

Wirathu adalah satu dari 52 anggota pimpinan Committee to Protect Race and Religion (Ma Ba Tha). Dia ngetop sebagai “pemimpin paling ekstrim”.

Agustus 2013, Buddhist Mob membakar ratusan rumah muslim di Kota Sagaing. Wirathu mendirikan grup ultra nasionaliatik SKUAD 969. Wirathu dianggap sebagai “the highest protector”. Menurut Tribunnews, sudah ada puluhan masjid jadi puing digempur SKUAD 969. Wirathu mendorong SKUAD 969 mengadopsi sikap hanya berbisnis, jual-beli dan nikah dengan sesama Buddhist.

Dulu, saking psikonya, Wirathu pasang poster di biaranya. Gambar diambil dari October 2016 Riot. Bocah berkepala terbelah dua dan mayat perempuan dengan internal organ berhamburan keluar. “Graphic poster”. Sebagai “reminder to Buddhist, the country is under attack from muslim invaders,” kata Wirathu.

Saya kira, Bhikkhu Ashin Wirathu mesti datang ke Indonesia dan lihat betapa baiknya muslim kepada pendeta dan umat Buddha. Di sini, perempuan berhijab ikut donasi saat bhikkhu theravada melakukan pindapatta

by Zeng Wei Jian Ken Ken

 

(in)

%d blogger menyukai ini: