Sketsa News
Home Berita, News, Peristiwa Ottow dan Geisler, Penginjilan di Tanah Papua dan Bantuan Sultan Ternate

Ottow dan Geisler, Penginjilan di Tanah Papua dan Bantuan Sultan Ternate

Carl Wilhelm Ottow dan Johann G Geisler, mereka Cicit Ottow dan Geisler missionaris asal Jerman, saat memberikan kesaksian di Pulau Mansinam pada perayaan HUT pekabaran Injil ke 163 di Mansinam, Manokwari, Papua Barat, Senin (5/2/2018)., Jubi/Hans Arnold

Sketsanews.com, Manokwari – Cicit Ottow dan Geisler missionaris asal Jerman,  Carl Wilhelm Ottow dan Johann G Geisler memberikan kesaksian di Pulau Mansinam pada perayaan HUT pekabaran Injil ke 163 di Mansinam, Manokwari, Papua Barat, Senin (5/2/2018). Keturunan penginjil di tanah Papua itu bersaksi tentang perjuangan dan pengorbanan kakek mereka dari Jerman ke tanah Papua pada tahun 1885 silam.

“Mereka (Ottow-Geisler) mengalami banyak tantangan, pernah sakit saat pulang ke Jerman namun mereka tetap kembali ke Papua melanjutkan panggilan mulia,” kata Johans Geisler cicit dari Johann G Geisler.

Mereka meninggalkan anak istri demi menyampaikan kabar baik (Injil) di Papua. Aktivitas pengijil yang dilakukan  pada 163 tahun telah lalu itu sudah sudah hampir dua abad.

Saat bercerita ia menyampaikan terima kasih kepada Sultan Kerajaan Ternate yang memberi bantuan kepada Ottow dan Geisler.

“Melalui bantuan tumpangan perahu yang diberikan Sultan Ternate, sehingga kakek bisa masuk dan menyabarkan Injil di Papua,” kata Johans, menambahkan.

Hans Ottow, cicit mendiang Carl Wilhelm Ottow, mengatakan kakeknya membutuhkan waktu sekitar tiga tahun agar sampai di Pulau Mansinam. Baginya hal itu merupakan perjuangan yang sangat berat dan melelahkan.

“Saat ini, kami dari Jerman ke sini hanya butuh waktu satu hari. Sungguh perbedaan yang sangat jauh dengan kondisi yang dialami kakek kami saat itu,” ujar Hans.

Ia menyampaikan terima kasih bagi seluruh warga Papua karena telah menyambut dan menyebarkan ajaran yang di sampaikan moyangnya. Hans sadar, kakeknya datang dengan benih yang sangat kecil, tapi kini benih itu telah tumbuh dan perkembang di seluruh tanah Papua.

Hal itu sangat ia rasakan, saat tiba pertama kali di Manokwari. Hasil jerih payah perjuangan Ottow dan Geisler sangat  membekas hingga kini.

Dikutip dari Jubi, “Saya bangga, ada manfaat luar biasa dan kini dinikmati masyarakat Papua. Banyak tantangan yang mereka hadapi. Namun ada harapan dari tantangan tersebut. Hari ini saya sudah bisa melihatnya,” katanya. (Ro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: