Pangeran Philip Sebut Pria Berjenggot Teroris

Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip. (Foto: AFP/Adrian Dennis)

 

Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip. (Foto: AFP/Adrian Dennis)

Sketsanews.com, London – Pangeran Philip memicu kehebohan setelah menyebut seorang pria berjenggot seorang teroris. Ucapan ini disampaikan dengan bercanda, namun tidak dianggap demikian oleh sebagian orang.

Dikutip The Guardian, kata-kata itu disampaikan suami dari Ratu Elizabeth itu ketika berjalan ke Gereja St Magdalene di Sandringham, London, pada malam tahun baru, Minggu (31/12). Ketika itu, tiba-tiba pria 96 tahun ini menunjuk seorang pria yang berjenggot.

“Apakah itu teroris?” kata Philip.

Saksi mata kepada The Sun mengatakan, pria itu tinggi dan punya jenggot panjang berwarna oranye. Dia mengatakan, pria itu tahu bahwa Pangeran Philip hanya bercanda dan tidak serius dengan ucapannya.

“Philip melihat pria dengan jenggotnya ini. Dia lalu menunjuknya dengan cara yang lucu dan mengatakan kepada salah satu pengawalnya: Apakah itu teroris?” kata saksi kepada The Sun.

“Jelas dia tengah melontarkan sedikit lelucon, tapi mengucapkannya agar terdengar pria itu yang langsung tertawa dan menganggap hal itu lucu. Saya rasa Philip tahu ucapannya itu kedengaran,” lanjut dia.

Seorang saksi lainnya kepada media The Telegraph juga mengatakan bahwa Pangeran Philip hanya bercanda. Karena cucunya, Pangeran Harry, juga berjenggot.
“Saya yakin Philip tidak berniat buruk. Cucunya, Pangeran Harry, juga punya jenggot oranye, jadi mungkin Philip membuat lelucon tentang itu,” kata dia.

Belum ada komentar dari Istana Buckhingham terkait kata-kata Philip tersebut.

Walau dianggap bercanda, namun beberapa orang menganggap kata-kata Philip itu rasis dan bentuk Islamofobia. Bahkan seorang penulis di media Inggris Mirror mengatakan Philip harus dikurung di dalam benteng karena sering bikin malu negara.

Mundur dari seluruh kegiatan kerajaan pada 2017, Philip memang dikenal sembarangan ketika berbicara.

Salah satunya ketika mengunjungi Kenya pada 1984, saat dia menerima souvenir dari seorang wanita lokal: “Kau seorang wanita, bukan?”

Saat mengunjungi China pada 1986, dia mengatakan kepada para mahasiswa asal Inggris di kota Xian, “Jika kalian terlalu lama di sini, mata kalian akan sipit.”

Pada 2002, dia mengatakan kepada warga aborigin di Australia, “Kalian masih saling melempar tombak?”

(Wis/Beritaindonesiaku)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: