Panitia KPPS Bagi-Bagi Uang Caleg

Politik uang budaya Indonesia (Dok.Sketsanews)

Politik uang budaya Indonesia (Dok.Sketsanews)

Sketsanews.com, Pesawaran – Antisipasi serangan fajar menjelang pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019, yang sejatinya digembar gemborkan oleh berbagai kalangan nyatanya sama sekali tak mempengaruhi para calon petarung pemilu untuk dapat bertindak tak jujur dan bersih.

Politik bagi-bagi uang atau lebih dikenal ‘Money Politic’ sudah menjadi budaya dan mungkin sudah sangat mengakar dalam dalam benak elit politik dan masyarakat Indonesia.

Dari pantauan Sketsanews.com di lapangan, kami tak sengaja mendapati adanya money politics disalah satu daerah yang harga perorangnya hanya dihargai 50 ribu rupiah. Dan parahnya lagi panitia KPPS yang membagi bagikan uang tersebut.

Sebut saja DD dari panitia KPPS dengan Nomor TPS xx  Desa NN Kecamatan XX kabupaten Pesawaran telah membagikan undangan untuk nyoblos dan sejumlah uang dari salah seorang caleg, hal tersebut diketahui dari beberapa masyarakat yang kami datangi.

“Kami mas, kemarin sore dikasih surat undangan nyoblos dan uang . Satu rumah 4 orang dapat 200 ribu dari salah satu Caleg DPRD inisial RC, kemudian ditawari lagi kalo mau milih Caleg DPD inisial AN dikasih lagi 200 ribu, ujar SR Selasa 16/4.

Tak hanya itu saja, kami pun menanyakan langsung kepada warga lainnya dan ternyata memang benar adanya.

“Iya mas, saya juga dapat sama istri 100 ribu, caleg xx ini tiap tahun juga bagi-bagi biskuit dan kue lebaran, kita mau nolak gimana ya orang dikasih. Ujar UP.

Miris sekali, pesta demokrasi yang diadakan tiap lima tahun sekali dan diharapkan melahirkan para pemimpin yang terbaik nyatanya hanya mempertontonkan drama dan sebuah kebodohan. (dik)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: