PBNU Bakal Didemo soal Lawatan Gus Yahya, Ribuan Banser Siaga

PBNU Bakal Didemo soal Lawatan Gus Yahya, Ribuan Banser Siaga Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bakal menerjunkan 1.500 orang untuk menjaga kantor PBNU dari unjuk rasa memprotes lawatan Katib Aam PBNU Yahya Staquf ke Israel. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

PBNU Bakal Didemo soal Lawatan Gus Yahya, Ribuan Banser Siaga Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bakal menerjunkan 1.500 orang untuk menjaga kantor PBNU dari unjuk rasa memprotes lawatan Katib Aam PBNU Yahya Staquf ke Israel. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Sketsanews.com, Jakarta — Kelompok massa yang mengatasnamakan Front Mahasiswa dan Masyarakat Indonesia Pro Palestina berencana menggelar unjuk rasa di depan Gedung Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat pada Senin (25/6). Massa Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dikerahkan untuk mengamankan PBNU.

Aksi ini diduga sebagai reaksi dari kehadiran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) sekaligus Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf, dalam konferensi tahunan forum global American Jewish Comittee di Israel beberapa waktu lalu.

Komandan Densus 99 Banser PP GP Ansor M. Nuruzzaman menyebut pihaknya telah mengetahui rencana aksi ini.

“Iya (hari ini), tapi jam berapa mereka datangnya saya kurang tahu kapan,” ujar Nuruzzaman saat dikonfirmasi oleh CNNIndonesia.com pada Minggu (24/6).

Nuruzzaman tak menyebut jumlah massa demonstran yang akan hadir di Gedung PBNU.

Nuruzzaman menyatakan bakal mengerahkan sekitar 1.500 anggota Banser untuk mengamankan Gedung PBNU dari aksi massa tersebut sejak pagi hari.

Ia menyatakan Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta telah melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisan terkait pengerahan massa Banser tersebut.

“Kita menyiagakan dan monitoring 1.500 anggota Banser untuk penjagaan Gedung PBNU, tapi kalau Banser besok pagi sudah [bersiaga] di PBNU,” ujarnya.

Yahya Cholil Staquf sempat berjumpa dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netayahu di Yerusalem, pada 14 Juni lalu.

Yahya Staquf yang berkunjung ke Yerusalem bertemu dengan Netanyahu dalam acara American Jewish Community (AJC) Global Forum, lembaga yang juga mengundangnya.

Dilansir situs berita Israel, Arutz Sheva, Yahya Staquf dipandang sebagai penganjur ko-eksistensi agama. Ia telah bertemu beberapa pemimpin agama selama lawatan di Israel sejak 10 Juni lalu. Adapun pertemuan dengan Netanyahu tidak masuk adalam agenda perjalanan (itinerary).

Yahya Staquf lewat suratnya menegaskan kunjungannya ke Israel atas nama pribadi, bukan atas nama Indonesia terlebih lagi atas nama PBNU.

“Saya datang atas nama kegelisahan dan kesedihan saya pribadi. Kegelisahan dan kesedihan yang tumbuh di atas kesaksian saya akan penderitaan orang-orang Palestina,” tulis Yahya dalam surat yang diterima CNNIndonesia.com.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: