Pekerjaan Rumah, Sumber Terbesar Stres Remaja

Anak mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah.

Anak mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah.

Anak mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah.
Anak mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah. (Foto: Flickr)

Sketsanews.com, Jakarta – Pekerjaan rumah atau PR adalah hal yang biasa diberikan guru kepada murid-muridnya. Kendati dipandang sebagai hal yang lumrah, pemberian PR ternyata bisa membuat anak stres. Sebuah studi mengungkap PR adalah sumber stres terbesar pada remaja.

Tak jarang setelah duduk berjam-jam di bangku sekolah, anak masih harus dibebani dengan pekerjaan rumah yang menumpuk. Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan Better Sleep Council (BSC), 74 persen remaja menyatakan sumber stres terbesarnya adalah PR dari sekolah. Sumber stres lain yang juga menghantui remaja adalah soal harga diri (51 persen), ekspektasi orang tua (45 persen), dan perundungan (15 persen).

Dikutip dari People belum lama ini, adanya PR sangat menyita waktu para remaja. Dalam sepekan rata-rata mereka menghabiskan 15 jam untuk mengerjakan PR. Sementara itu sepertiga dari responden menyebut butuh waktu lebih dari 20 jam dalam sepekan untuk menyelesaikan PR.

BSC menyebut stres dan tambahan PR tersebut menyebabkan waktu tidur terganggu. Dalam survei diketahui 57 persen remaja tidak punya waktu tidur yang cukup. Sebanyak 67 persen menyatakan mereka hanya tidur lima sampai tujuh jam per malam. Padahal waktu tidur ideal yang disarankan adalah delapan jam.

Temuan BSC menyebut semakin remaja merasa tertekan akibat beban PR, semakin waktu tidur mereka terganggu. Mereka terpaksa tidur larut malam dan tetap harus bangun pagi. “Kami mendapati para remaja mengalami siklus ini ketika mereka merelakan waktu tidurnya demi mengerjakan PR. Hal ini semakin memicu stres namun mereka tidak memperoleh peningkatan nilai yang lebih baik,” kata Mary Helen Rogers, Wakil Presiden Pemasaran dan Komunikasi BSC.

Selain itu studi tersebut juga mengungkap temuan lain. Murid-murid yang tidur lebih awal dan bangun lebih pagi punya catatan akademik lebih baik daripada murid yang begadang dan bangun pagi demi PR mereka.

Untuk memutus siklus tidur yang tidak sehat dan mengurangi stres, BSC menyarankan agar para murid punya waktu tidur yang teratur setiap hari dan jangan begadang demi PR. Sebelum tidur matikan semua alat elektronik, pastikan tidur dengan alas yang nyaman, dan hindari suara bising dengan penutup telinga. (wal)

sumber: Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: