Pelacur Informasi Serang Novel dengan Isu Softlens

Sketsanews.com – Para pelacur informasi masih saja ”menyerang” penyidik senior KPK Novel Baswedan dengan informasi hoax. Isu yang digunakan tetap saja sama. Yakni, tuduhan bahwa penyiraman air keras ke wajah Novel adalah rekayasa.

Informasi palsu itu disebar bersama dua kolase dua foto. Salah satunya memperlihatkan mata Novel yang rusak adalah mata kanan. Sementara itu, di foto satunya, yang rusak adalah mata kiri. Katanya, Novel salah memasang softlens mata.

Jawa Pos menemukan hasutan itu disebar ulang pemilik akun Facebook Rully Nani Boeloe (fb.com/story.php?story_fbid=10214488868486618&id=1567076319) kemarin. ”Tak apalah yang penting SOFTEX LENS nya tetap terpakai ya pak,” tulisnya, sembari membagi posting-an Eriena Youricho yang sudah disebar lebih dari 600 kali. ”Manusia Kadang Lupa. Itu Shoflens Kadang Dipasang Kiri, Kadang Dikanan,” tulis Eriena.

Berdasar penelusuran, foto wajah tanpa kacamata yang memperlihatkan mata kanan Novel rusak adalah hasil olah digital menggunakan teknik mirror. Hasilnya, objek foto menjadi berubah posisi. Kerusakan mata yang aslinya di sebalah kiri bertukar ke sebelah kanan.

Versi asli foto Novel sebelum direkayasa tersebut pernah diunggah portal liputan6.com pada 22 Februari 2018. Keterangan foto itu menyebutkan, Penyidik senior KPK Novel Baswedan Saat Berada Di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 22 Februari 2018. Anda bisa melihatnya di sini.

Sementara itu, foto wajah Novel menggunakan topi dicomot dari kanal YouTube milik Kompas TV. Judulnya berbunyi, Kasus Novel Baswedan, Tim Advokasi Kirim Surat ke Presiden. Anda dapat melihatnya di sini.

Kerusakan mata yang dialami Novel Baswedan jelas bukan pura-pura. Seluruh media mainstream di Indonesia pernah memberitakan kasus penyiraman air keras itu hingga proses pengobatan yang dijalani Novel di Singapura. Bahkan, polisi pernah merilis sketsa wajah pelaku penyiraman, meski sampai saat ini belum tertangkap.

Sebagaimana diberitakan Jawa Pos pada 1 Agustus 2017, Kapolri Jenderal Tito Karnavian merilis sketsa wajah pelaku penyiraman pada 31 Juli 2017. Keterangan tersebut dipaparkan Kapolri setelah menghadap Presiden Joko Widodo untuk menjelaskan perkembangan kasus tersebut.

Tito yakin sketsa wajah pelaku dapat membantu polisi mengungkap penyerang penyidik andalan KPK itu. ”Saksi mengatakan sketsa ini masuk kategori baik,” terangnya saat itu. Jadi jelas, kerusakan mata Novel Baswedan bukanlah pura-pura.

▶ Sumber : Jawapos ◀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: