Pelaku Pembunuhan Lima Polisi Mako Brimob Diminta Diumumkan

Sejumlah polisi membawa peti jenazah Briptu Fandi Setio Nugroho saat prosesi pemakaman di Ngembik, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (10/5). Briptu Fandi merupakan salah satu dari lima anggota polisi korban kerusuhan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Sejumlah polisi membawa peti jenazah Briptu Fandi Setio Nugroho saat prosesi pemakaman di Ngembik, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (10/5). Briptu Fandi merupakan salah satu dari lima anggota polisi korban kerusuhan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Sketsanews.com, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polri untuk mengumumkan siapa saja pelaku yang menyebabkan lima polisi di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, tewas. Itu perlu dilakukan untuk menghargai rasa keadilan keluarga korban.

“Ini perlu segera dilakukan Polri untuk menghargai rasa keadilan keluarga korban, sehingga tidak terkesan kelima polisi itu mati konyol tanpa diketahui siapa yang membunuhnya,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya, seperti yang dikutip dari Republika, Selasa (29/5).

Menurutnya, belajar dari kerusuhan di Rutan Brimob, sudah saatnya Polri tidak lagi melakukan kebohongan publik yang sangat memalukan. Kebohohan di mana dalam kasus kerusuhan di Rutan Brimob, Polri sempat berkali-kali mengatakan tidak ada polisi yang tewas.

“Tapi sore harinya Polri kemudian mengakui, ada lima polisi yang tewas. Bagaimana pun sudah tidak zamannya lagi Polri menutup-nutupi kenyataan yang ada,” tambahnya.

Bagaimana pun kebohongan publik, kata Neta, selain sangat memalukan institusi, juga melukai rasa keadilan keluarga korban. Mereka akan akan merasa institusi tempat keluarganya mengabdi ternyata tidak menghargai pengorbanan anggota keluarganya tersebut sebagai polisi, meski mereka sudah tewas di tangan teroris.

“Untuk itu Polri harus segera mengumumkan siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang membantai kelima polisi tersebut. Polri juga jangan kembali melakukan kebohongan publik untuk menutup nutupi kasus ini,” terangnya.
(Eni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: