Pelanggar yang Kena Tilang Elektronik Tak Harus Ikut Sidang

Kena Tilang, Remaja Ini Minta Pulang Sambil Nangis | Tribun Jogja

Kena Tilang, Remaja Ini Minta Pulang Sambil Nangis | Tribun Jogja

Sketsanews.com, Jakarta – Berdasarkan data yang dirilis Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, jumlah pelanggar lalu lintas yang terkena tilang elektronik/electronic traffic law enforcement ( E-TLE), sejak uji coba sampai sekarang sudah mencapai 2.441 pelanggar.

Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya menjelaskan sistem tilang elektronik kepada warga saat Grand Launching Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (25/11/2018). Direktorat lalu lintas Polda Metro Jaya meluncurkan sistem tilang elektronik (E-TLE), integrasi nomor kendaraan bermotor (IVRIS) dan layanan SMS Info 8893 untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

Bahkan 134 pelanggar sudah membayar sanksi. Jika terkena tilang elektronik, kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf, tidak perlu lagi mengikuti sidang tilang yang dilakukan di pengadilan.

“Jadi kalau sudah bayar, tidak seperti yang kena tilang biasa yang harus ikut sidang tilang,” ujar Yusuf ketika dihubungi Kompas.com, Senin (26/11/2018).

Menurut Yusuf, aturan tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 12 Tahun 2016, yang menyatakan pelanggar tak perlu hadir di persidangan.

Rambu petunjuk kawasan yang diawasi CCTV dalam tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) mulai dipasang di pinggir jalan pada Selasa (2/10/2018).

Info Grafis Tilak Elektronik | Koran Sindo

“Bahkan Polda Metro Jaya juga sudah mengajukan penghapusan tilang ke Korlantas. Regulasi ini masih dalam proses, nanti Korlantas yang akan mengajukan ke MA,” kata Yusuf.

Yusuf menjelaskan, kendaraan melanggar akan terekam kamera dan diklarifikasi oleh pihak Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya. Pelanggar diberi waktu selama tujuh hari untuk konfirmasi kendaraan yang kena tilang tersebut.

“Pelanggar dapat langsung membayar melalui Bank BRI. Jika selama tujuh hari pelanggar tidak merespon STNK akan diblokir oleh petugas,” ucap Yusuf.

 

(in)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: