Pemerkosa yang membakar korban di India ditembak mati: Ribuan orang turun ke jalan untuk merayakan

Sketsanews.com – Polisi India menembak mati empat orang tersangka pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang dokter hewan perempuan di negara bagian Hyderabad minggu lalu.

Para tersangka sedang dalam tahanan polisi dan mereka dibawa ke tempat kejadian perkara untuk melakukan rekonstruksi pada dini hari Jumat 06/12.

Protes di Hyderabad 2019 Hak atas foto ReutersImage caption Ribuan orang protes di depan kantor polisi menuntut keadilan terhadap pemerkosaan dan pembunuhan yang brutal itu.

Menurut polisi, ketika ditembak, para tersangka mencoba untuk merebut senjata para petugas dan berusaha untuk kabur.

Jenazah korban pemerkosaan, perempuan berumur 27 tahun, ditemukan hangus diduga dibakar para tersangka hari Kamis 28/11 menimbulkan kemarahan dan protes kepada polisi yang dianggap tidak melakukan tindakan apa-apa.

Sesudah berita mengenai penembakan mati oleh polisi itu, ibu dari korban perkosaan menyatakan kepada BBC Telugu, “Keadilan telah ditegakkan” sementara para tetangga merayakan dengan menyalakan kembang api.

Ribuan orang turun ke jalan sembari memuji tindakan polisi itu.

Namun pengamat hukum mengkritik tindakan polisi sekalipun tak menyatakan tindakan polisi itu adalah pembunuhan ekstra yudisial.

Apa yang terjadi?

Polisi membawa empat tersangka ke tempat kejadian perkara untuk melakukan rekonstruksi, demikian menurut komisioner polisi Cyberabad VC Sajjanar kepada BBC Telugu.

Lokasi berada di Cyberabad, kota di pinggiran Hyderabad, yang merupakan lokasi perusahaan teknologi global seperti Microsoft dan Google.

Lokasi pemerkosaan dan pembunuhan, serta pembakaran korban, terletak di dekat jalan tol di Cyberabad.

Menurut komisioner, polisi menembak para tersangka ketika mereka mencoba merebut pistol dari polisi dan berusaha untuk melarikan diri.

Dua orang polisi juga terluka dalam insiden ini.

Polisi mendapat kritik keras sehubungan dengan pemerkosaan yang disertai pembunuhan ini. Keluarga korban menuduh bahwa polisi tak melakukan apa-apa selama dua jam saat pertamakali korban dilaporkan hilang.

Bagaimana reaksi keluarga korban?

Wartawan BBC Telugu, Deepthi Bathini mengunjungi keluarga korban di rumah mereka, dan terlihat tetangga merayakan kematian para tersangka dengan menyalakan kembang api dan membagi-bagikan permen.

“Saya tak bisa berkata-kata. Saya merasa bahagia, tapi juga duka karena anak saya tak akan pernah pulang ke rumah lagi,” kata ibu korban pemerkosaan.

“Jiwa putri saya sudah damai sekarang. Keadilan sudah ditegakkan. Tak saya sangka bahwa keadilan akan datang. Tak boleh ada lagi perempuan mengalami apa yang dialami oleh putriku.”

 

Saudari korban bicara

Si ibu juga menambahkan ia ingin hukuman lebih berat untuk pelaku serangan seksual dan pemerkosaan.

“Laki-laki harus takut dengan hukuman, bahkan sekadar menatap perempuan,” katanya.

Saudari dari korban menyatakan tindakan polisi ini “sangat tak terduga”.

“Saya berharap ada sidang pengadilan dan lewat itu keadilan akan ditegakkan. Itu tak akan mengembalikan kakakku, tapi tetap lega rasanya. Karena ada tindakan polisi, orang akan berpikir dua kali sebelum melakukan hal seperti ini lagi,” katanya.

Bagaimana reaksi kalangan lebih luas?

Berita mengenai tindakan polisi ini dirayakan di media sosial.

Banyak yang menyatakan pujian mereka terhadap polisi di Twitter dan Facebook yang menurut mereka telah “menegakkan keadilan”.

Ibu dari pelajar yang sempat jadi korban pemerkosaan massal dan pembunuhan dalam bus di New Delhi pada tahun 2012 juga memuji tindakan polisi menembak mati para tersangka itu.

“Saya sangat gembira dengan hukuman ini. Polisi telah menunaikan tugas dengan sangat baik,” katanya kepada kantor berita ANI.

Wartawan BBC Telugu Satish Balla melaporkan dari lokasi penembakan sekitar 2.000 orang berkumpul menyebabkan kemacetan luar biasa.

Kendaraan terhenti di jalan tol, dan orang-orang berada di jalan sambil bersorak-sorai memuji polisi.

Di tempat kejadian perkara, mereka juga menabur kelopak mawar dan membagikan permen kepada polisi.

Bisakah polisi tak menembak?

Beberapa kalangan mempertanyakan penjelasan versi polisi terhadap penembakan itu.

Penduduk di atas jalan tol 2019 Penduduk di atas jalan tol 2019
Image caption Ribuan orang berkumpul di tempat kejadian perkara.

Prakash Singh, seorang pensiunan polisi dan arsitek reformasi kepolisian India, mengatakan kepada BBC bahwa penembakan mati itu “sepenuhnya bisa dihindarkan”.

“Polisi perlu sangat waspada ketika membawa tahanan ke pengadilan atau ke tempat kejadian perkara,” katanya.

“Mereka harus diamankan, diborgol dan digeledah sebelum dibawa keluar tahanan. Segala hal bisa terjadi jika polisi tidak berhati-hati.”

Namun Singh mengatakan terlalu cepat menyebut peristiwa ini sebagai pembunuhan ekstra yudisial oleh polisi – dikenal di India dengan sebutan “encounter killing”, yaitu membunuh tersangka dalam ‘bentrokan’ dengan polisi.

Beberapa hari sesudah pemerkosaan dan pembunuhan terjadi, ribuan orang melakukan protes di kantor polisi Hyderabad menuntut agar tersangka dihukum mati.

Jaya Bachchan, seorang bekas bintang film Bollywood yang kini menjadi anggota parlemen di India mengatakan para tersangka itu seharusnya “digantung”.

“Memang terdengar kejam, tapi orang-orang seperti ini harus dibawa ke depan umum dan digantung,” katanya dalam debat di parlemen terkait insiden pemerkosaan.

Beberapa anggota parlemen dari berbagai partai politik juga mengutuk keras pemerkosaan massal disertai pembunuhan yang brutal ini.

Di kota-kota lain di India, protes dan renungan terjadi untuk mengenang korban, yang tak bisa kami sebutkan namanya karena alasan hukum.

Warga di New Delhi 2019Warga di New Delhi 2019Hak atas foto ReutersImage caption Warga di New Delhi membuat malam renungan hari Sabtu 30/11 untuk memperingati korban.

Bagaimana pemerkosaan dan pembunuhan itu terjadi?

Korban meninggalkan rumah dengan sepeda motor sekitar pukul 18.00 waktu setempat, sepuluh hari lalu, untuk berobat ke dokter.

Di tengah jalan ia menelepon keluarganya mengatakan ban motornya kempes, dan seorang supir truk menawarkan bantuan. Ia mengatakan menunggu dekat jalan tol.

Upaya keluarga untuk mengontak si korban tak berhasil, dan jenazahnya ditemukan di kolong tol oleh seorang tukang susu hari Kamis 28/11 pagi.

Minggu lalu tiga petugas polisi dijatuhi skorsing ketika keluarga korban menuduh mereka tidak bertindak cepat ketika melaporkan si korban hilang ke polisi.

Seorang keluarga korban mengatakan kepada Komisi Nasional Perempuan bahwa petugas-petugas itu mengatakan si korban mungkin saja cuma kabur dari rumah.

Apakah perempuan aman di India?

Pemerkosaan dan kekerasan terhadap perempuan sudah menjadi perhatian di India sejak tpemerkosaan massal dan pembunuhan terhadap seorang perempuan bulan Desember 2012 dalam sebuah bus di ibukota, Delhi.

Namun tak ada tanda bahwa kekerasan terhadap perempuan mereda.

Menurut pemerintah, polisi mencatat 33.658 kasus pemerkosaan di India tahun 2017, rata-rata 92 setiap hari.

Sumber : bbc.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: