Penadah Sepeda Motor Curian di Surabaya, Honda Vario Hanya Dibeli Rp 1 Juta

Inilah 2 Penadah Sepeda Motor Curian di Surabaya, Honda Vario Hanya Dibeli Rp 1 Juta: Lalu Ditangkap 2019Moekip dan Isman, warga Kenjeran dan Simokerto Kota Surabaya yang menjadi penadah sepeda motor curian di Surabaya, saat dikeler ke Markas Polsek Tandes Surabaya, Selasa (10/12/2019).

Inilah dua penadah sepeda motor curian di Surabaya, Honda Vario hanya diharga Rp 1 juta lalu ditangkap polisi

Sketsanews.com -SURABAYA – Tim Anti Bandit Polsek Tandes Surabaya berhasil membekuk dua orang penadah sepeda motor curian di Surabaya.

Dua penadah sepeda motor hasil tindak pencurian di Surabaya tersebut adalah, Moekip (43), warga Kenjeran dan Isman (48) warga Simokerto.

Motor yang dibeli oleh dua orang penadah sepeda motor curian itu adalah Honda Vario bernopol L-4142-ZS milik Khoiriah yang sebelumnya dibawa kabur oleh tersangka Kasianto.

Mereka akhirnya diringkus polisi karena membeli motor milik Khoiriyah yang digelapkan Kasianto, Kamis (24/10/2019) lalu.

Motor Honda Vario tersebut mereka beli dari Kasianto dengan harga Rp 1 juta.

“Moekip dan Isman diupahi Rp 250 ribu usai menjual motor yang dibawa lari oleh Kasianto,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tandes, Ipda Gogot Purwanto, Selasa (10/11/2019).

Kasus terungkap berawal dari motor merk Honda Vario nopol L-4142-ZS milik Khoiriah dibawa kabur oleh tersangka Kasianto, Kamis (24/10/2019).

Modusnya, pelaku meminjam motor Khoiriyah dengan alasan membeli ikan.

Saat berhasil meminjam motor dengan membujuk korban, motor tersebut lantas dijual Kasianto.

Setelah terungkap, Kasianto mengaku hasil penjualannya digunakan untuk keperluan pribadi; bersenang-senang dengan pacarnya.

Menurut Gogot, Kasianto lantas menjual motor Honda Vario tersebut kedua orang kenalannya, Moekip dan Isman, seharga satu juta rupiah.

Setelah mengantongi identitas keduanya, polisi lantas melakukan penangkapan terhadap mereka di sebuah warung kopi (Warkop) di depan Pasar Loak Jalan Raya Dupak Rukun, Jumat (6/12/2019).

“Terlapor pertama sudah kami amankan bulan lalu. Sedangkan untuk yang penadah ini baru kami amankan, kini mendekam di rutan Polsek Tandes,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, Kasianto bakal dikenai Pasal 378 Jo 372 KUHP tentang tipu gelap dengan hukuman penjara maksimal empat tahun penjara.

Sedangkan Moekip dan Isman, bakal dikenai Pasal 480 tentang penadahan dengan hukuman penjara paling lama empat tahun.

Sumber : madura.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: