Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, News Penampakan Guru Susah Payah Bawa Air Pakai Motor ke Sekolah

Penampakan Guru Susah Payah Bawa Air Pakai Motor ke Sekolah

Foto: Chaidir Anwar T/detikcom

Sketsanews.com, Siak – Sekolah satu atap, SMP 3 dan SD 18 Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Siak, Riau, menyisakan cerita tersendiri karena tidak tersedianya air selama 6 tahun.

Iskandar adalah salah satu guru SMP 3. Dia mengajar sejak sekolah itu berdiri, yakni tahun 2011. Sekalipun bangunan sekolahnya cukup bagus, fasilitas airnya tidak tersedia. Para guru berinisiatif membawa air dari rumah.

Iskandar setiap hari membawa dua jeriken air berisi 35 liter dengan menggunakan sepeda motor. Dua jeriken air itu dia letakkan di sisi kanan dan kiri sepeda motornya. Warga Siak Hulu ini menempuh jarak lumayan jauh dengan ‘perabot’ seperti itu.

“Kalau saat hujan, kita tidak bawa air, karena nanti hujan dengansendirinya membantu kami. Bak penampungan air kami bisa penuh, aman untuk sementara,” kata Iskandar.

Guru pelajaran agama Islam ini setiap hari membawa air dalam jeriken dengan jarak tempuh sekitar 50 menit. Baginya, air untuk sekolah ini merupakan kebutuhan bersama murid dan guru.

“Saya ikhlas, kok. Ini kan demi kebaikan bersama,” kata Iskandar.

Surtini, Kepala SMP 3 Desa Maredan, Kecamatan Tualang (Chaidir Anwar T/detikcom)

Ungkapan senada disampaikan Kepala SMP 3, Surtini. Perempuan ini tinggal di Kota Perawang, butuh waktu sekitar 50 menit untuk tiba di sekolah. Saban hari dia membawa 5 jeriken berisi 35 liter air ke sekolah.

Menurut Surtini, saat musim kemarau, sekolah membutuhkan 10 jeriken air untuk 111 siswa. Saat ada les tambahan pada sore hari, kebutuhan meningkat, terutama untuk wudu.

“Sekolah kita ada tambahan pendidikan agama sampai pukul 4 sore. Jadi air digunakan juga untuk salat,” kata Surtini, yang menjadi kepsek sejak 3 tahun lalu.

Sebagaimana dilansir detik, Surtini dan para guru di sana tidak pernah merasa terbebani soal air. Pihak sekolah sudah pernah mengusulkan agar dibangunkan sumur bor. Hari ini, Selasa (7/2), tim Dinas Pendidikan Siak akhirnya datang ke sekolah dan bersiap membangun sumur bor.

(Ad)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: