Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Headlines, News, Peristiwa Pencarian Korban Longsor Mendadak dihentikan

Pencarian Korban Longsor Mendadak dihentikan

Proses pencarian korban longsor di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Supit Urang, Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Malang, Jawa Timur, Kamis, 12/7/2018. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Malang – Pencarian korban longsor TPA Supit Urang Malang dihentikan sementara, Kamis, 12/7/2018.

Berdasarkan pantauan Sketsanews.com, pada pukul 14.30 WIB telah terjadi retakan di lokasi pencarian, yang kemudian pencarian dihentikan. Retakan terjadi diareal dengan medan yang curam hingga tim pencari membunyikan pluit panjang pertanda proses pencarian dihentikan.

Sedianya pencarian dilakukan sejak pukul 08.00-16.00 WIB. Namun tiba-tiba proses pencarian dihentikan lantaran terjadinya retakan pada lokasi gundukan sampah setinggi 4 meter.

Diduga retakan terjadi akibat pemuaian gas yang terkandung dalam gundukan sampah yang terkena panas sinar matahari.

Sementara itu, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri menjelaskan, bahwa lokasi longsor sangat curam, sehingga dihimbau kepada seluruh personil untuk lebih berhati-hati.

“Medannya sangat curam sekali, bahkan kemiringannya hingga 70 derajat. Kami menghimbau kepada person yang melakukan pencarian untuk tetap menjaga keselamatan dan keamanan. Jangan sampai ada korban lagi”, kata Asfuri.

Setidaknya sebanyak 150 personil gabungan terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, Dinkes, Tagana, BPBD, serta institusi terkait diterjunkan dalam proses pencarian korban tragedi longsor Supit Urang Malang.

Sebagaimana diberitakan sebelimnha, longsor yang terjadi pada Rabu, 11/7/2010 kemarin telah memakan satu korban atas nama Agus Sudjarno (45).

Agus merupakan warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang yang bekerja sebagai pemulung di TPA Supit Urang, Kota Malang.

(Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: