Penerbit Pustaka Widyatama Muat Konten LGBT

Buku yang diduga berisi konten Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). (Facebook/KPAI)

Buku yang diduga berisi konten Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). (Facebook/KPAI)

Sketsanews.com, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) memanggil penerbit buku pelajaran untuk anak-anak yang diduga berisi konten Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang diterbitkan oleh Pustaka Widyatama.

Pertama, Buku yang diklarifikasi oleh KPAI berjudul “ Balita Langsung Lancar Membaca” dengan metode BSB (Bermain Sambil belajar) yang di tulis oleh Intan Noviana dan diterbitkan oleh Pustaka Widyatama. Berdasarkan penelusuran KPAI, Pustaka Widyatama ternyata merupakan anak perusahaan dari Mutiara Media (Media Pressindo Group).

Pustaka Widyatama merupakan anak perusahaan yang khusus menerbitkan buku-buku penunjang pelajaran, bahasa, dan anak.

” KPAI telah mengundang penerbit, tetapi tidak datang dan tanpa konfirmasi. KPAI akan memanggil kembali mengingat buku tersebut menjadi kontroversi dan meresahkan orangtua. KPAI akan menggali keterangan penerbit untuk mengklarifikasi isi buku yang dianggap tak patut tersebut, karena dari kalimat-kalimat yang ditampilkan dalam buku tersebut diduga kuat mengandung unsur LGBT atau secara berani mengampanyekannya,” kata Komisioner Bidang Pendidikan Retno Listyarti dalam keterangan tertulis yang NNC terima, Kamis (29/12/2017).

Kata Retno, KPAI mendesak penerbit untuk segera merevisi buku “Balita Langsung Lancar Membaca” tersebut dan KPAI meminta bukti revisi berupa sampel buku yang sudah dicetak dan direvisi.

Mengutip dari Netralnews, KPAI juga mendesak penerbit untuk menarik buku yang masih ada di pasaran dan segera diganti dengan buku yang sudah direvisi dan menarik buku. Maka dari itu, KPAI akan meminta juga bukti penarikan buku yang dimaksud.

KPAI menyatakan akan ikut mengawasi buku-buku lain yang ditulis oleh Intan Noviana, karena ketika KPAI melakukan penelusuran, ternyata Intan Noviana cukup produktif menulis buku anak-anak, jumlah bukunya yang sudah diterbitkan juga banyak, misalnya: “Belajar Membaca Tanpa Mengeja” (seri 1 dan seri 2); “Sembilan Langkah Dalam 9 Hari Anak Balita Lancar Membaca dengan Metode Tanpa Mengeja”; 1000 Anak Lancar Membaaca Tanpa Dieja”, dan lain-lain.

” KPAI juga mendorong Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) untuk ikut menegur para penerbit yang menjadi anggota ketika buku terbitnya terindikasi mengandung unsure keekerasan, pornografi dan radikalisasi. KPAI mendorong pemerintah untuk segera membentuk Badan Perbukuan Nasional agar ada sistem kontrol buku yang beredar di Indonesia,” tegas Retno. (Wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: