Pengakuan Ketua RT Soal Terduga Teroris Grobogan

(Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Lilik Marsudi, Ketua RT 002/003, Dusun Kemantren, Desa Godong, Kecamatan Godong, Grobogan, Jawa Tengah. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com, Grobogan – Terduga teroris dengan inisial AH (26) yang ditangkap Densus 88 dikenal sebagai orang yang berkepribadian baik di lingkungan 002 RW 003 Dusun Kemantren, Desa Godong, Kecamatan Godong, Grobogan, Jawa Tengah.

Sebelumnya, terduga teroris AH ditangkap oleh Densus 88 di rumah kontrakannya di Kecamatan Godong, Grobogan, Jawa Tengah, saat sahur dan sempat menggegerkan warga setempat.

Lilik Marsudi (58) Ketua RT 002/003 kepada Sketsanews.com menuturkan, bahwa AH yang tercatat sebagai warga RT 002 itu terbilang ramah dan berprilaku baik di lingkungan itu.

Tak hanya itu, AH yang sudah beristri dan bersama seorang anak yang masih berusia 6 bulan itu juga sering menyempatkan diri berkumpul dengan para tetangga.

“Orangnya baik dan sopan. Sering kumpul-kumpul dan ikut arisan juga. Namun tidak mendapatkan jadwal arisan di rumahnya karena termasuk pendatang,” kata Lilik, Kamis, 16/5/2019.

Lilik menjelaskan, bahwa AH selalu sholat di masjid lima waktu dan kumpul bersama warga sekitar.

“Setiap hari mengantar istrinya ngajar di pesantren, kalau AH sendiri memiliki kesibukan reparasi laptop dan komputer di rumahnya,” imbuh Lilik.

Lilik mengaku bahwa dirinya sempat kaget saat adanya penangkapan yang dilakukan Densus 88 terhadap salah satu warganya. Pasalnya saat penangkapan tidak ada pemberitahuan ataupun surat penangkapan.

Lebih dari pada itu, AH tidak pernah menunjukkan perilaku yang mencurigakan selama tinggal di Grobogan.

“Saya sempat menanyakan kepada pihak Polsek, namun surat itu diantarkan ketika saya berada di Polsek,” kata Ketua RT 002 RW 003.

Sementara itu Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq membenarkan penangkapan seorang terduga teroris oleh Densus 88 Anti Teror di wilayah hukumnya.

Hanya saja, namun pihaknya tidak mengetahui secara detail seputar penangkapan terduga teroris tersebut.

“Iya benar ada penangkapan terduga teroris, namun kami prinsipnya hanya memback-up. Selebihnya kewenangan Densus 88 Anti Teror,” katanya. (Lis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: