Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Opini Pengalihan Isu atau Tidak, Sama Saja

Pengalihan Isu atau Tidak, Sama Saja

Sketsanews.com, Jakarta – Rentetan bom yang terjadi di Surabaya dalam 5 hari terakhir telah berhasil mengalihkan konsentrasi media dari pemberitaan seputar pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel oleh pemerintahan Trump dan pemindahan Kedubes Amerika ke Yerusalem, Palestina.

Aksi Bela Palestina Jilid pertama atau yang lebih dikenal dengan Aksi 1712 berhasil menyatukan seluruh elemen umat islam, diakui atau tidak “memaksa” media ikut sibuk memberitakannya. Para artis, politikus, tokoh masyarakat, laki perempuan tumpah ruah melakukan protes atas kebijakan Pemerintah Trump yang sangat tidak popular.

Atas usaha rakyat Indonesia pada Bela Palestina jilid pertama tersebut endingnya para aktivis Palestina Internasional dalam Konferensi Al-Quds Amanati mengundang dua tamu utama dan salah satunya adalah Ust Bachtiar Natsir sebagai perwakilan dari Indonesia. Bahkan yang lebih membanggakan lagi adalah Ust bachtiar Natsir bersama rombongan tokoh Islam dari Indonesia diundang khusus oleh Presiden Erdogan.

Kesuksesan Bela Palestina jilid pertama diikuti dengan Aksi Bela Palestina jilid kedua yang lebih dikenal dengan Aksi 115 juga mendapat antusias umat islam Indonesia. Aksi ini terasa lebih special karena hampir bersamaan dengan peringatan peristiwa Nakba yang akan diperingati setiap tanggal 15 Mei.

Peristiwa Nakba sendiri adalah peristiwa pengusiran sekitar 700 ribu rakyat Palestina dari wilayahnya dan di wilayah itu negara Israel pertama kali didirikan. Bila tidak ada peristiwa Bom surabaya, boleh jadi akan diikuti oleh aksi-aksi yang lebih besar untuk membela Palestina. Dan boleh jadi juga, aksi ini sangat mengganggu hegemoni Amerika di Asia Tenggara dan terkhusus di Indonesia.

Ironinya, siapapun yang berbicara peristiwa Nakba akan rawan dituduh memiliki pemahaman islam radikal. Dengan sangat jelas,Halversen J, Corman S dan Goodall H L dalam buku Master Narratives of Islamist Extrimism menguraikan beberapa tema narasi islam radikal, dan diantaranya adalah peristiwa Nakba.

Kebetulan atau tidak, rentetan peristiwa Bom di Surabaya dan pemberitaan seputar terduga teroris telah berhasil memalingkan media, terkhusus umat islam Indonesia dari pemberitaan kekejaman Israel terhadap rakyat Palestina yang dibantu habis-habisan oleh Amerika.

Memang, simpang siur di media social siapa sutradara rentetan aksi Bom Surabaya terus bergulir. Hanya yang perlu dicermati adalah, media Indonesia jangan sampai lupa ada kejahatan kemanusian terbesar dalam sejarah dunia yang disupport oleh Amerika.

Benang merahnya adalah, bila blow up peristiwa Bom Surabaya adalah pesanan maka sungguh ironi karena secara tidak langsung pemerintah Indonesia telah ikut serta dalam melanggengkan hegemoni Amerika.

(bin / Portaldailynet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: