Pengguna e-Scooter yang Mengaspal di Jalan Akan Ditilang Mulai Pekan Depan

Sketsanews.com –  Jakarta – Polisi menegaskan skuter listrik (e-scooter) dilarang mengaspal di jalan raya dan trotoar. Polisi akan mulai melakukan penindakan bagi pengguna skuter listrik yang melanggar aturan.

“Kita kemarin sudah sosialisasi, jadi uji coba dan sebagainya sudah. Rencana kita akan berlakukan mulai hari Senin, tanggal 25 November 2019, di seluruh wilayah Jakarta,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf kepada wartawan di kawasan fX, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Yusuf kembali menegaskan bahwa skuter listrik tidak boleh berkeliaran di jalan raya dan trotoar. Salah satu alasan pelarangan skuter listrik karena berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Berkaitan dengan masalah penggunaan e-scooter ini, jadi sesuai dengan kesepakatan kita, hasil koordinasi, untuk pelaksanaannya tidak diperbolehkan untuk di jalan raya, jadi hanya di kawasan tertentu,” imbuhnya.

Skuter listrik hanya bisa digunakan di kawasan-kawasan tertentu, seperti GBK dan tentunya sudah mendapat izin pemilik kawasan. Kebijakan sementara ini sambil menunggu aturan khusus untuk skuter listrik.

“Salah satu contoh misalnya kawasan GBK, mungkin di mal, bandara, atau di tempat lain yang tidak mengganggu terhadap pengguna jalan lain, terutama di jalan umum. Itu yang sudah menjadi kesepakatan kita. Sambil menunggu pengkajian penggunaan nantinya ke depan, e-scooter itu seperti apa,” ucapnya.

Yusuf memastikan mulai Senin depan pelanggar skuter listrik akan diberikan hukuman represif yudisial dan non-yudisial. Pelanggar juga akan diberi surat tilang.

“Penindakannya ada dua, pertama adalah represif non-yudisial. Maksudnya, kita tegur mereka, kita suruh balik atau kembali masuk. Kedua, tindakan represif yudisial, jadi kita tindak dengan tindakan kita. Tindakan tegas kita misalnya ditilang atau sebagainya,” ujar Yusuf.

“Kita akan sita kendaraan itu, kita berikan surat tilang dan kemudian proses selanjutnya kita lakukan sesuai aturan yang berlaku,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya sudah menyepakati peraturan terkait skuter listrik. Pengguna skuter diwajibkan berusia di atas 17 tahun dan menggunakan alat keselamatan serta berkendara tidak lebih dari 15 km per jam.

“Kami sepakati untuk sementara 15 km per jam maksimum, dan usia pengguna untuk menjaga keamanan itu minimal 17 tahun sebagaimana yang acuan kita dalam UU No 22 Tahun 2019 bahwa dalam usia 17 tahun seseorang dianggap sudah dewasa dan bisa mendapat SIM C,” ungkapnya.

(maa/mei)

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: