Penguras Gudang Kramik di Kota Malang Diamankan Polisi

Kapolsek Blimbing, AKP Tri Susanto didampingi Kasubbag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, ungkap kasus pencurian, Jum’at, 7/12/2018. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Sketsanews.com Malang – Rudi Laksono (23) warga Dampit, Kabupaten Malang, pelaku penguras gudang kramik di Kecamatan Blimbing Kota Malang berhasil diringkus Polisi, Jum’at, 7/12/2018.

Rudi berhasil dibekuk Satreskrim Polsek Blimbing lantaran kedapatan mencuri kramik di salah satu toko bangunan di kelurahan Purwantoro Kota Malang.

Kapolsek Blimbing AKP Tri Susanto, menjelaskan, bahwa pelaku dibekuk saat tengah melancarkan aksinya pada (25/11).

“Berdasarkan laporan korban terkait seringnya mengalami kehilangan keramik di gudang penyimpanan. Maka dari laporan itu lalu kita turun ke lokasi, dan ternyata ada seseorang yang terlihat mencurigakan sedang mondar-mandir di lokasi”, terang Kapolsek Blimbing.

Baca juga: Polisi Bekuk Spesialis Copet Bus Antar Kota

Barang bukti hasil curian. (Foto: Imam Muchlis/Sketsanews.com)

Saat tengah melancarkan aksinya itu, kemudian dengan sigap Polisi berhasil mengamankan tersangka bersama barang bukti berupa keramik. Berdasarkan pemeriksaan, maka didapati barang bukti lain berupa keramik dengan total 27 dos di rumah kontrakannya.

Kapolsek Blimbing menambahkan, dari pengakuan tersangka didapati bahwa pelaku pencurian telah lama beraksi. Adapun barang hasil curian itu dijual dengan harga lebih murah dibanding harga pasaran.

Baca juga: BKSDA Gagalkan Jual-beli Lutung Jawa di Kota Malang

“Karena merasa aman, maka pelaku mengulanginya berkali-kali. Uang dari hasil penjualan kramik itu oleh tersangka dibelikan kasur busa, sepeda, serta becak. Hingga kini kami masih mendalami barang serta keterlibatan tersangka lainnya”, kata Tri.

Dari tangan tersangka Polisi mengamankan barang bukti berupa 27 dos keramik berbagai ukuran, satu unit sepeda, satu unit becak kayuh, serta satu buah kasur busa. Kini tersangka dijerat dengan Pasal 363. (Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: