Sketsa News
Home Berita, Berita Terkini, Hukum, News, Politik Perang Opini soal Teroris, Faizal Assegaf Polisikan Elite PKS

Perang Opini soal Teroris, Faizal Assegaf Polisikan Elite PKS

Presiden dan elite PKS dilaporkan Faizal Assegaf ke Polda Metro atas pencemaran nama baik dan fitnah melalui elektronik. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)
Presiden dan elite PKS dilaporkan Faizal Assegaf ke Polda Metro atas pencemaran nama baik dan fitnah melalui elektronik. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor)

Sketsanews.com, Jakarta – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman dilaporkan ke polisi oleh Faizal Assegaf atas tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik.

Selain Sohibul Iman, Faizal juga melaporkan elite PKS lainnya yakni Anis Matta, Mardani Ali Sera dan Fahri Hamzah

Laporan itu bermula dari perang opini antara Faisal dengan sejumlah kader PKS di akun media sosial terkait terorisme. Selain sejumlah kader, Faizal juga melaporkan pengelola akun media sosial PKS dan Hilmi Firdausi.

Kisruh tersebut bermula ketika Faizal meminta supaya aparat keamanan mengawasi kantor PKS di Surabaya pasca peristiwa teror bom yang menyerang sejumlah tempat di Surabaya.

“Iya dimulai dari perang opini terhadap twit saya yang terakhir itu yang jadi masalah. PKS merasa tidak boleh diawasi oleh alat negara dan pemerintah, mereka merasa suci,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/5).

Faisal mengatakan salah satu alasan mengunggah twit itu berdasarkan pada beberapa kali unggahan kader yang sering memuji tindakan terorisme, salah satunya adalah puisi berisi pujian Anis Matta terhadap Osama Bin Laden beberapa tahun silam. Dari unggahan itu, dia menduga PKS berafiliasi dengan kekuatan-kekuatan teroris internasional.

Meski demikian, unggahan tersebut diklaim Faizal telah dihapus oleh Anis Matta. Namun Faisal mengatakan pihaknya telah ‘menangkap layar’ (screenshoot) dan menjadikannya sebagai barang bukti.

“Salah satunya adalah pernyataan Anis Matta menyangkut dukungan pada gembong teroris Osama Bin Laden. Ini merupakan pintu masuk saya mengadukan mereka bahwa partai ini berafiliasi dengan kekuatan-kekuatan teroris internasional dan dibiarkan oleh DPP PKS tanpa ada klarifikasi dan konfirmasi untuk memanggil saudara Anies Matta itu dalam persidangan internal DPP partai untuk menghentikan pujian terhadap gembong teroris Osama Bin Laden,” tuturnya.

Sedangkan untuk Fahri Hamzah, Faizal mengatakan bermula dari unggahannya soal testimoni kaderisasi PKS. Fahri menyebut Faizal didukung oleh orang kuat dan telah melakukan fitnah. Sementara Sohibul dilaporkan karena dia dinilai memiliki tanggung jawab atas jajarannya di PKS sebagai pemimpin tertinggi.

Faizal mengklaim punya bukti kuat PKS kompak membela radikalisme dan terorisme.

“Ada kader yang menggiring opini seolah-olah teroris itu harus membunuh Ahok di Mako Brimob,” tuturnya.

Sementara Mardani Ali Sera dilaporkan karena pernyataannya yang menyebut tidak ada unggahan PKS yang mendukung tindakan terorisme. Faisal mengklaim pihaknya punya bukti.

Faizal sendiri telah dilaporkan di Polda Jawa Timur oleh PKS. Dia dilaporkan atas unggahannya yang meminta supaya kantor-kantor PKS di Surabaya untuk diawasi pasca peristiwa teror bom di sejumlah lokasi di Surabaya.

“Dan unggahan salah satu humas DPP PKS, kita menemukan jejak sensitifitas bilamana ISIS dikoreksi, mereka beraksi melakukan penggorengan rekayasa, pengalihan isu sehingga publik tidak fokus ada muatan agenda PKS menunjuk ISIS, Alqaeda, dan lain-lain,” tuturnya.

Laporan polisi yang dilakukan Faisal diterima dengan nomor LP/2743/V/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 21 Mei 2018. Dalam laporan itu, mereka dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP tentang Pencemaran Nama baik dan atau Fitnah melalui media elektronik. (wal/CNNIndonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: