Pernyataan Kapolrestabes Semarang Dinilai Angkuh

Perppu Ormas (ilustrasi)

Perppu Ormas (ilustrasi)

Sketsanews.com, Jakarta — Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar menilai pernyataan Kapolrestabes Semarang beberapa hari lalu soal larangan demonstrasi itu tidak etis dan terkesan provokatif. Sebagai pejabat kepolisian, pernyataan tersebut malah seperti menantang pihak yang semestinya harus dilayani.

“Pernyataan Kapolrestabes Semarang oversimplikasi dan juga sebagai generalisasi yang tak berdasar serta fallacy (pikiran yang keliru) yang cukup parah, hasil dari persangkaan buruk terhadap kelompok masyarakat,” tutur dia kepada Republika.co.id, Senin (24/7).

Bambang juga memaparkan, pihak yang berwenang memegang senjata api tentu tentara dan kepolisian. Ini bertujuan untuk melawan musuh negara.

“Senjata api, yang punya ya polisi dan tentara, pertumpahan darah itu pada musuh, bukan pada rakyat dan umat. Kritik dan penyampaian aspirasi seperti demo, masak dianggap seperti perang?,” tutur dia.

Menurut Bambang, pernyataan Kapolrestabes Semarang itu tergolong cukup angkuh dan bisa menjadi kesombongan yang ditiru oleh bawahannya. “Karena, itu datang dari petinggi polisi, di mana seharusnya memberi kenyamanan tapi kok malah membuat was-was, meski tidak semua polisi begitu,” ucap dia.

Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji pada 21 Juli kemarin memberikan peringatan keras kepada kelompok masyarakat yang berniat menggelar demonstrasi menolak Perppu 2/2017 tentang perubahan atas UU nomor 17/2013 tentang organisasi kemasyarakatan (Perppu Ormas).

Abiyoso mengatakan, jika kelompok penentang Perppu Ormas itu tetap berdemonstrasi, terlebih dengan menggunakan senjata laras panjang, maka dalam kondisi demikian dia mengakui tidak menutup kemungkinan akan ada pertumpahan apapun itu.

“Dari kelompok yang mau nekat demo, kalau punya senjata laras panjang silakan dikeluarkan. Mulai dicek larasnya hari ini. Kalau besok masih nekat, berarti akan ada pertumpahan apa pun itu yang bisa ditumpahkan,” ucap dia saat itu.

(Ad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: