Persiapan SEA Games Kacau, Malah Berani Naikkan Target Perolehan Emas

Sketsanews.com – Sekitar sebulan yang lalu, yakni pada 8 Oktober, pemerintah menyampaikan target yang harus dicapai pasukan Merah Putih di SEA Games 2019 di Filipina. Mereka diharapkan meraih 45 emas dan bertengger di peringkat keempat klasemen medali. Pertimbangannya, atlet yang dikirim hanya 673 orang, tersebar di 45 cabang olahraga. Namun, jumlah itu (berikut target emas) direvisi.

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Harry Warganegara mengungkapkan, Indonesia terjun dalam 51 cabor dari total 56 cabor yang dipertandingkan. Jumlah atlet yang diberangkatkan pun menjadi 834 orang. Karena itu, target dinaikkan jadi 54 emas.

’’Kami ada tim sports intelligence yang melihat dari data-data yang masuk. Kami memprediksi total ada 54 emas yang bisa diraih timnas Indonesia,’’ kata Harry setelah rapat kerja Kemenpora bersama Komisi X DPR Kamis lalu (7/11). ’’Tentu kita berharap margin error-nya tidak terlalu banyak,’’ lanjutnya.

Kenaikan target itu jelas bikin dahi mengerut. Sebagaimana diketahui, persiapan menuju multievent dua tahunan tersebut karut-marut. Setelah euforia Asian Games 2018, pemerintah tidak serius menggarap pelatnas SEA Games. Dana untuk cabor lambat cair, pembentukan CdM mepet. Menpora sebelumnya, Imam Nahrawi, tersandung kasus korupsi pula. Karena itu, banyak hal administratif yang terhambat. Misalnya rekomendasi naturalisasi atlet.

Menpora Zainudin Amali mendukung revisi target emas tersebut. ’’Di SEA Games terakhir di Kuala Lumpur, Indonesia peringkat kelima dengan raihan 38 emas. Kami tidak bepretensi bisa menjadi juara umum tahun ini,’’ kata Zainudin. ’’Tetapi, target medali kalau bisa dinaikkan menjadi 50-an, supaya bisa menaikkan peringkat,’’ lanjutnya.

Memang, dalam beberapa cabor, Indonesia mengalami kemajuan pesat. Misalnya di bulu tangkis, sektor ganda kita masih paling top di Asia Tenggara. Di angkat besi, para lifter kita berprestasi di Kejuaraan Dunia dan Kejuaraan Asia Junior. Namun, di luar itu, cabor-cabor lain belum bisa diprediksi.

Apalagi, Indonesia juga menghadapi kendala nonteknis. Sampai saat ini, pemerintah masih berkutat dengan tipisnya anggaran untuk memberangkatkan seluruh kontingen. Dana yang tersedia hanya Rp 47 miliar. Dana itu hanya bisa dipakai untuk membiayai atlet. Tidak cukup untuk pelatih dan ofisial. Masih dicarikan solusi.

Beruntung, banyak cabor yang tidak gentar dengan kenaikan target dari pemerintah tersebut. Misalnya angkat besi, yang ditarget empat emas. Sedari awal, PB PABBSI bertekad mempertahankan gelar juara umum. Pada edisi 2017 di Malaysia lalu, para lifter membawa pulang 2 emas dan 2 perak. ’’Insya Allah. Bisa ya. Yang penting juara umum,’’ ucap Dirdja Wihardja, pelatih kepala pelatnas angkat besi.

Pelatnas renang tidak jauh berbeda. Cabor akuatik itu juga telah memasang target empat emas, seperti dua tahun lalu. ’’Kalau bisa targetnya sama atau lebih, seperti yang Pak Menteri dan CdM targetkan. Kami akan coba. Para atlet kami beri persiapan yang terbaik untuk fisik maupun moral,’’ kata Anindya Bakrie, ketua umum PB PRSI.

Pencak silat menyuarakan optimisme yang sama. Hanya ditarget dua emas oleh Kemenpora, tim yang hendak berangkat punya target sendiri. Dari sembilan kelas yang diikuti, kita memasang target lima emas. Semuanya berasal dari nomor tanding. “Nomor seni seharusnya bisa satu emas, karena di atas kertas kami lebih baik. Tapi kalau nomor seni kan kental subjektifitas,” kata pelatih kepala pencak silat Indro Catur.

Cabor dan Target Emasnya

6 emas : Atletik

4 emas : Angkat besi, Renang

3 emas : Bulu tangkis, Panahan

2 emas : Sepeda MTB, Kano, Judo, Karate, Pencak silat, Rowing, Skateboarding, Taekwondo, TBR, Voli indoor, Wushu

1 emas : Boling, Sepeda BMX, E-Sports , Kurash, Menembak, Modern pentathlon , Senam, Soft tennis, Surfing , Tinju, Tenis

▶ Sumber : Jawapos ◀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: