Personil Linmas Mobile selama Mudik Lebaran

ilustrasi (DOK/JPNN)

ilustrasi (DOK/JPNN)

Sketsanews.com, Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Surabaya akan menerjunkan 160 personil Linmas selama libur lebaran. Personil tersebut akan menyebar di sejumlah lokasi di Surabaya untuk pengamanan selama mudik lebaran.

Kepala BPB Linmas Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, ratusan personil tersebut akan dibagi dalam empat shift yang akan mobile ke sejumlah lokasi. Petugas juga akan stand by dalam menerima laporan melalui command center 112 yang sudah ada.

“Kita ingin saat lebaran nanti kondisi di Surabaya aman,” katanya saat ditanya JawaPos (7/6).

Dia mengungkapkan, pihaknya juga telah memberikan surat edaran ke RT/RW terkait pengamanan di wilayahnya masing-masing. Mulai dari penjagaan rumah kosong yang ditinggal mudik hingga pengamanan aset-aset di rumah masyarakat.

“Jika mudik lapor RT/RW agar didata dan semakin intens untuk diawasi,” jelasnya.

Eddy menambahkan, pemantauan melalui CCTV yang dimiliki oleh Pemkot juga akan terus dilakukan. Himbauan untuk menjaga rumah agar tetap aman meski ditinggal mudik juga terus disampaikan ke masyarakat. “Kompor gas dan peralatan listrik diperiksa dulu sebelum mudik,” terangnya.

Dia mengakui, saat lebaran nanti wilayah di pemukiman warga cenderung sepi karena mudik. Hal tersebut akan jadi perhatian petugas untuk ikut mengawasi. Harapannya agar tidak ada kejadian tindakan pencurian maupun kejadian yang merugikan pemilik rumah dan orang lain.

“Koordinasi dengan pihak kepolisian juga akan dilakukan agar semuanya aman,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan, pihaknya akan memantau melalui 500 cctv DAN 1200 CCTV milik Dinas Kominfo terkait kondisi jalan di Surabaya. Meski relatif sepi namun, hal tersebut harus bisa diantisipasi karena bisa menyebabkan kecelakaan. “Jangan malah ngebut nanti kecelakaan,” jelasnya.

Titik-titik parkir di wilayah tempat hiburan juga akan ditambah untuk mengantisipasi membludaknya jumlah pengunjung. Hal tersebut untuk meminimalisir kemacetan di kawasan tempat wisata di Kota Pahlawan.

Irvan menambahkan, petugas Dishub juga stand by di sejumlah terminal di Surabaya. Membuldaknya penumpang dikarenakan akses masuk bus ke terminal terhambat karena macet di daerah di luar Surabaya.

(Tb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: